Mamasa, Global Terkini- Wakil Bupati Mamasa, Sudirman, mengklarifikasi pernyataannya terkait harga Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang sempat disebut Rp5.000 per porsi.
Klarifikasi itu disampaikan saat ditemui wartawan, Senin, 26 Januari 2026. Sudirman menegaskan angka Rp5.000 hanya bersifat sementara.
“Sebetulnya itu hitungan sementara tapi setelah dilakukan hitungan. Estimasinya kisaran Rp5000 sampai Rp10.000,” ujarnya.
Sementara itu, Koordinator MBG Wilayah Mamasa, Syahrul Gunawan, menegaskan informasi MBG senilai Rp5.000 tidak benar.
Ia menjelaskan, harga MBG telah ditetapkan berdasarkan ketentuan Badan Gizi Nasional (BGN).
Untuk balita PAUD, TK, dan SD kelas 1–3 senilai Rp8.000 per porsi, sedangkan SD kelas 4–6, SMP, SMA, ibu hamil dan ibu menyusui sebesar Rp10.000.
“Menu yang kami sajikan di Masing-masing SPPG itu sudah di atur oleh Ahli Gizi maupun maupun akuntan dengan nilai yang sudah di atur oleh Badan Gizi Nasional (BGN),” jelasnya.
Terkait jumlah penerima manfaat di Kecamatan Mehalaan, Syahrul menyebut saat ini baru melayani 1.039 penerima, sesuai juknis revisi 3 BGN.
“SPPG yang baru running, hanya diperbolehkan melayani penerimah manfaat 1000. Nanti Minggu kedua baru dinaikkan 2000 penerima manfaat,” katanya.
Ia juga menegaskan total penerima manfaat terdaftar di alur BGN sebanyak 2.028 orang, bukan 800.
“Untuk SPPG Mehalaan saat ini memiliki penerima manfaat sabanyak 2028 jadi bukan 800 San,” tegasnya.
Sebelumnya, Sudirman menyoroti keberadaan dapur MBG reguler di Kecamatan Mehalaan yang dinilainya dipaksakan.
“Itu dapur reguler di Kecamatan Mehalaan sangat di paksakan. Sebab tak punya SK, yang syarat hanya Dapur 3T dan itu punya SK dari Pusat,” tegas Sudirman.
Ia menyebut dapur 3T yang memiliki SK di Mehalaan berada di Desa Salukonta, Desa Botteng, dan Desa Mehalaan.
“Hanya itu yang syarat sebab penerima manfaat di Kecamatan Mehalaan tidak sampai 1000 tapi 800 an,” pungkasnya.













