Bone, Global Terkini- Di tengah krisis BBM global dan wacana penghematan energi oleh pemerintah, persoalan distribusi justru masih terjadi di daerah. Di Kabupaten Bone, antrean panjang kendaraan di SPBU masih kerap terlihat.
Tak hanya itu, muncul dugaan adanya mobil tanpa pelat yang mengisi BBM jenis solar untuk kemudian dijual kembali.
Penggiat sosial Andi Arman menilai kondisi tersebut sebagai indikasi praktik mafia BBM yang diduga berjalan mulus.
Menurut Arman, Mafia BBM di Bone ini diduga ada kerjasama dengan APH, “Kerjasama yang saya maksudkan itu selain komunikasi yang intens, diduga ada pula setoran per bulan,” terangnya.
Ia menegaskan, jika aparat penegak hukum (APH) tidak terlibat, maka penindakan seharusnya bukan hal sulit.
Arman juga mengaku telah melaporkan temuannya, namun tidak mendapat respons.
“Kemarin saya sempat mengirimkan foto antrian mobil tanpa pelat yang diduga penyedot solar ke Kanit ekonomi, dan chat saya itu sama sekali tidak ditanggapi,” papar Arman, Selasa 17 Maret 2026.
Ia bahkan menyarankan aparat menelusuri jalur distribusi yang diduga digunakan.
“Jika Polres Bone ingin membersihkan nama dari dugaan main mata dan setoran para mafia BBM, maka coba di tindaki lah. Jika mereka tidak tau dimana gudang penyimpanannya, maka bisa di cek mobil dump truck atau open cup yang melintas di jalan poros Bone – Wajo, pasti akan dapat,” katanya.
Menanggapi tudingan tersebut, Kasat Reskrim Polres Bone, AKP Alvin Aji Kurniawan, membantah. “Tidak ada,” jawabnya singkat.













