Mamasa, Global Terkini- Program pupuk gratis Pemerintah Daerah Mamasa dikeluhkan sejumlah kelompok tani. Mereka mengaku dipersulit dalam pengurusan administrasi hingga bantuan gagal diterima.
Salah satu bendahara kelompok tani, Yohilda, mengatakan dirinya sudah mengurus bantuan pupuk gratis sejak 2025, namun tidak pernah menerima bantuan tersebut.
“Saya tidak mau urus lagi kalau bantuan pupuk gratis. Untuk tahun ini kami lebih fokus ke pengurusan RDKK saja yang lebih menjamin,” ujar Yohilda, Jumat 6 Februari 2026.
Ia juga mengaku diminta membuat Surat Pertanggungjawaban (SPJ) meski kelompoknya tidak menerima bantuan.
“Disuruh buat SPJ sementara kami tidak dapat bantuan pupuk tahun lalu. Ini sudah saya komplen di PPL dan BPP,” ujarnya lagi.
Keluhan serupa disampaikan Ferdi, yang menyebut kelompoknya juga gagal menerima bantuan meski berkas telah diproses.
“Kelompok saya juga gagal menerima tahun lalu. Padahal berkas sudah masuk diproses, alasannya terlambat pencairan,” kata Ferdi.
Di Desa Talopak, Kecamatan Tabulahan, dari delapan kelompok tani hanya satu yang menerima bantuan.
“Hanya satu kelompok yang terima padahal semua administrasi sudah lengkap. SPJ juga sudah jadi, masyarakat dibuat habis biaya mengurus. Pasti akan malasmi urus lagi,” ungkap Kades Talopak
Hingga berita ini dimuat, Dinas Pertanian Mamasa belum memberikan klarifikasi. Program pupuk gratis disebut banyak dikeluhkan terkait proses administrasi yang rumit.













