Bone, Global Terkini- Aktivis perempuan dan anak, Martina Majid, mendesak aparat kepolisian bergerak lebih agresif memburu pelaku utama kasus asusila siswi SMKN 7 Bone, Andi Sahili Bahri, yang hingga kini masih buron tanpa kejelasan.
Kasus ini sempat viral pada 2025 lalu.
Martina menegaskan, penangkapan satu tersangka pada akhir 2025 lalu dan vonis terhadap satu pelaku lain belum menjawab kegelisahan publik, selama aktor utama masih bebas berkeliaran.
“Sekiranya aparat intens melakukan pencarian pelaku utama, untuk mencegah adanya perbuatan lain di lokasi yang berbeda,” kata Martina, Rabu 4 Februari 2026.
Ia mengingatkan, kasus ini terjadi sejak 2023, namun hingga kini belum ada titik terang mengenai keberadaan Andi Sahili Bahri, yang sebelumnya diketahui berstatus guru PPPK di SMKN 7 Bone dan disebut sebagai pelaku utama.
Menurut Martina, lambannya penangkapan pelaku utama berpotensi membuka ruang korban baru, terlebih mengingat modus yang digunakan sebelumnya menyasar anak-anak melalui aktivitas latihan perguruan silat.
“Pelaku utama belum tersentuh. Ini menjadi pertanyaan besar,” ujarnya.
Ia meminta kepolisian memastikan keadilan benar-benar ditegakkan dengan menangkap seluruh pelaku tanpa pandang bulu.
Hingga berita ini dimuat, keberadaan Andi Sahili Bahri masih belum diketahui, sementara desakan terhadap aparat kepolisian kian menguat agar kasus yang mengguncang dunia pendidikan di Bone itu segera dituntaskan.













