Bone, Global Terkini- Pembangunan Sekolah Rakyat Tahun Anggaran 2026 di Dusun Rompe, Kelurahan Bajoe, Bone, mulai berjalan sejak Januari. Aktivitas puluhan truk pengangkut material timbunan dikeluhkan warga karena ceceran tanah membuat jalan memerah, terutama saat hujan.
Seorang warga Dusun Rompe yang enggan disebutkan namanya mengatakan truk tidak ditutup terpal sehingga material berjatuhan di sepanjang jalan.
“Harusnya ditutup truknya, setahu saya aturannya begitu, tapi tidak tahu juga, yang jelas berceceran itu timbunannya di jalan, lihat sendiri itu merah jalan pas hujan,” ungkapnya.
Kepala Pelaksana Pembangunan, Nirwan, menyebut material diambil dari tambang milik Amir Bandu yang berjarak sekitar 7 kilometer dari lokasi. Penimbunan telah berlangsung sejak Januari dan ditargetkan selesai Februari.
“Bulan ini selesai, ada puluhan ribu truk timbunan yang dipakai,” kata Nirwan, Selasa 10 Februari 2026.
Proyek ini melibatkan sekitar 130 pekerja, mayoritas dari Pulau Jawa, di bawah PT Nindya (BUMN) bekerja sama dengan PT BPS-KSO, pemenang tender empat proyek Sekolah Rakyat di Sulawesi Selatan, termasuk di Bone.













