Mamasa, Global Terkini- Anggota DPRD Dapil I Mamasa dari Partai NasDem, Semuel, menyoroti pelantikan kepala sekolah yang digelar baru-baru ini. Menurutnya, proses tersebut bermasalah.
Salah satu yang disorot adalah alasan mutasi kepala sekolah yang dinilai tidak konsisten, terutama soal periodesasi jabatan.
Selain itu, hasil asesmen disebut tidak dijadikan acuan utama.
“Ada orang yang hasil tesnya tinggi tetapi tidak dilantik, ada orang yang rendah hasil tesnya justru dilantik.”
Semuel juga mencontohkan adanya peserta asesmen dengan nilai tinggi dari satu sekolah yang diabaikan, sementara yang dilantik justru berasal dari sekolah lain dengan nilai lebih rendah.
“Dia ikut asesmen dari sekolah A, nilainya tinggi tetapi diabaikan dan yang dilantik adalah orang dari sekolah lain yang nilai tesnya redah,” ujarnya, Selasa 13 Januari 2026.
Ia turut menyoroti pertimbangan domisili yang dinilai tidak logis.
Menurutnya, ada calon kepala sekolah yang memenuhi syarat dan berdomisili dekat sekolah, namun justru digantikan oleh pejabat dari wilayah yang berjarak puluhan kilometer.
“Otomatis pasti pelayanan di sekolah itu tidak akan maksimal kalau kepalah sekolahnya jauh,” tegasnya.
Semuel menambahkan, pelantikan tersebut diduga melanggar Permendikbud Nomor 7 Tahun 2025.













