Bone, Global Terkini- Duka warga Kabupaten Bone kian bertambah setelah biaya pemakaman di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Macanang, disebut mencapai jutaan rupiah. Kondisi ini memicu keresahan luas, terutama di kalangan masyarakat kecil yang tak punya banyak pilihan saat menghadapi kematian anggota keluarga.
Sejumlah warga menilai mahalnya tarif pemakaman di TPU Macanang tidak sebanding dengan fasilitas yang diterima.
Biaya tinggi itu bahkan disebut hanya mencakup lahan dan penggalian makam, tanpa kejelasan rincian resmi. Situasi ini memperkuat dugaan lemahnya pengawasan pemerintah daerah terhadap pengelolaan pemakaman umum.
“Bisa tembus Rp3,5 juta ke atas. Itu baru lahan dan galian, belum biaya lain,” ungkap warga, Minggu, 4 Januari 2026.
Keterbatasan lahan pekuburan di dalam kota juga disorot warga sebagai faktor yang membuat biaya pemakaman kian melambung. Kondisi tersebut dinilai membuka ruang praktik pungutan di lapangan, dengan tarif yang bisa berubah tergantung negosiasi dengan pihak yang ditemui.
Pengalaman pahit turut dialami warga lain saat mendatangi langsung lokasi TPU. Ia mengaku sempat diminta membayar hingga Rp4 juta oleh oknum di lokasi, disertai sikap yang dinilai tidak pantas.
“Cara bicaranya kasar,” katanya.
Setelah diarahkan petugas lain untuk menghubungi pengurus TPU, biaya akhirnya diturunkan Rp500 ribu menjadi Rp3,5 juta.
Meski demikian, warga menilai angka tersebut tetap tidak masuk akal bagi pemakaman umum yang seharusnya dikelola untuk kepentingan sosial.
Keresahan ini memunculkan tuntutan agar pemerintah daerah turun tangan. Warga meminta adanya penertiban pengelolaan TPU, penetapan standar biaya yang transparan, serta solusi jangka panjang agar masyarakat tidak terus menjadi korban di tengah suasana berduka.













