NewsPendidikanRagam

Kepala SMPN 5 Watampone Klarifikasi Keberadaannya di Prancis: Saya Sudah Berkunjung dan Membagi Tugas

×

Kepala SMPN 5 Watampone Klarifikasi Keberadaannya di Prancis: Saya Sudah Berkunjung dan Membagi Tugas

Sebarkan artikel ini
Kepala SMP Negeri 5 Watampone, Reny Sulastri Nurdin.

Bone, Global Terkini- Kepala SMP Negeri 5 Watampone, Reny Sulastri Nurdin, memberikan klarifikasi terkait sorotan mengenai keberadaannya di Prancis setelah dilantik sebagai kepala sekolah.

Reny membantah anggapan bahwa dirinya sama sekali belum pernah menjalankan tugas di SMPN 5 Watampone sejak dilantik. Ia menyebut telah berkunjung ke sekolah tersebut, termasuk melakukan pembagian tugas kepada jajaran sekolah.

“Saat selesai dilantik itu kami tidak tahu berada di sekolah mana, walaupun sudah ada beberapa hal yang beredar. SK keluar saat saya sudah berada di Prancis,” ujar Reny.

Terkait statusnya sebagai aparatur sipil negara (ASN), Reny menegaskan bahwa keberangkatannya ke Prancis telah melalui prosedur.

Menurut dia, proses tersebut bermula dari surat permintaan partisipasi dari pihak manajemen kegiatan, kemudian dilanjutkan dengan audiensi bersama pimpinan hingga penerbitan surat dinas luar melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Bone.

Reny juga membantah jika selama berada di luar negeri dirinya sama sekali tidak menjalankan fungsi sebagai kepala sekolah.

Ia mengaku tetap melakukan komunikasi dan memantau perkembangan sekolah meski tidak berada langsung di lokasi.

Reny mengatakan, selama berada di Prancis, dirinya tetap berkomunikasi aktif dengan wakil kepala sekolah bidang kurikulum yang sebelumnya menjalankan tugas sebagai Pelaksana Harian (Plh).

Sejumlah tanggung jawab, kata dia, juga telah dititipkan kepada pihak sekolah untuk memastikan kegiatan tetap berjalan.

Baca Juga :   Sekolah di Bone Tolak Pengawas, Guru Mengaku Tertekan

“Komunikasi aktif saya lakukan dengan wakasek kurikulum yang sebelumnya menjabat sebagai Plh untuk menitipkan beberapa tanggung jawab selama saya tidak berada di tempat,” jelasnya.

Selain komunikasi langsung, Reny mengaku memantau berbagai program dan kegiatan sekolah melalui grup WhatsApp serta berkomunikasi melalui sambungan telepon dengan sejumlah guru yang dinilainya mampu bertanggung jawab terhadap pelaksanaan kegiatan di sekolah.

Menurut Reny, ketidakhadirannya secara langsung di sekolah tidak menghambat aktivitas pendidikan di SMPN 5 Watampone. Ia menyebut seluruh kegiatan sekolah tetap berjalan kondusif berkat kerja sama para guru.

“Selama saya tidak ada di tempat, kegiatan di SMPN 5 tetap berjalan kondusif berkat kerja sama dan tanggung jawab semua guru di bawah koordinasi Ibu Hanatang selaku wakasek,” tuturnya.

Reny berharap klarifikasi tersebut dapat memberikan gambaran mengenai status keberangkatannya ke Prancis sekaligus menjawab pertanyaan mengenai pelaksanaan tugasnya sebagai kepala sekolah.

Klarifikasi resmi juga dikeluarkan Muhammad Aulia Rakhmat selaku Direktur Teknis Delegasi Budaya Indonesia di Prancis.

Isinya sebagai berikut:
KLARIFIKASI DAN JUSTIFIKASI KEHADIRAN RENY SULASTRI NURDIN DALAM DELEGASI BUDAYA INDONESIA DI PRANCIS

Sehubungan dengan kehadiran Reny Sulastri Nurdin dalam Delegasi Budaya Indonesia pada rangkaian kegiatan diplomasi budaya di Prancis tahun 2026, kami menyampaikan klarifikasi bahwa kehadiran yang bersangkutan merupakan bagian dari kebutuhan pelaksanaan program Diplomasi Budaya Indonesia, khususnya dalam mendukung pertunjukan Drama Tari I La Galigo serta pertunjukan tari tradisi Sulawesi Selatan. Dalam Drama Tari I La Galigo: Batara Guru – Jejak Langit di Bumi, Reny Sulastri Nurdin memiliki peran sebagai We Nyiliq Timoq, salah satu karakter yang menjadi bagian dari struktur dramatik pertunjukan. Dengan demikian, kehadirannya merupakan bagian dari kebutuhan artistik dan komposisi pemain yang secara langsung terlibat dalam penyajian karya. Selain menjalankan peran artistiknya dalam pertunjukan, setiap anggota delegasi juga memiliki tanggung jawab untuk mendukung keberlangsungan produksi selama rangkaian tur berlangsung. Dalam sebuah produksi seni yang melakukan perjalanan dan pertunjukan di berbagai kota, anggota tim bekerja secara kolektif dalam aspek artistik, teknis, produksi, koordinasi, dan pelaksanaan kegiatan. Delegasi Indonesia membawa karya budaya Sulawesi Selatan ke berbagai kota di Prancis melalui pertunjukan Drama Tari I La Galigo dan berbagai tari tradisi Sulawesi Selatan. Kehadiran setiap personel ditetapkan berdasarkan kebutuhan produksi dan keberlangsungan pertunjukan selama rangkaian kegiatan. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat internasional sekaligus membangun hubungan antarmasyarakat melalui diplomasi budaya. Melalui seni pertunjukan, Indonesia memperkenalkan sejarah, nilai, filosofi, dan identitas budaya Sulawesi Selatan kepada masyarakat Prancis dan komunitas internasional. Pelaksanaan kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, sehingga keikutsertaan delegasi ditempatkan dalam kerangka pemajuan dan promosi kebudayaan Indonesia di tingkat internasional. Dengan demikian, kehadiran Reny Sulastri Nurdin merupakan bagian dari kebutuhan artistik dan pelaksanaan misi kebudayaan Delegasi Indonesia. Ia hadir sebagai pemain Drama Tari I La Galigo yang memerankan karakter We Nyiliq Timoq, sekaligus menjadi bagian dari kerja kolektif tim dalam membawa karya budaya Indonesia ke ruang internasional. Kami berharap klarifikasi ini dapat memberikan pemahaman yang utuh kepada masyarakat dan media mengenai komposisi, peran, dan fungsi anggota Delegasi Budaya Indonesia selama menjalankan misi kebudayaan di Prancis. Indonesia hadir melalui karya, budaya, dan kerja bersama untuk memperkuat persahabatan antarbangsa melalui diplomasi budaya.

Sebelumnya, keberadaan Reny di Prancis menjadi sorotan setelah muncul informasi bahwa dirinya belum menjalankan aktivitas secara penuh di SMPN 5 Watampone sejak dilantik sebagai kepala sekolah.

Baca Juga :   Guru PPPK Jadi Buron Kasus Asusila, Sekolah Akui Pernah Mediasi

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bone, Baharuddin, sebelumnya juga membenarkan bahwa Reny berada di Paris. Menurut Baharuddin, keberadaan Reny di Prancis berkaitan dengan kegiatan yang diikutinya sebagai duta yang mewakili Kabupaten Bone.

Namun, saat dikonfirmasi lebih jauh mengenai kegiatan maupun status duta tersebut, Baharuddin mengaku belum mengingat secara spesifik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

gb777 slot gacor gb777 https://absen.bulelengkab.go.id/ gb777 slot gacor gb777 nagaapi gb777
OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY