NewsPeristiwaRagam

WIKA Disorot, Proyek Irigasi Selli Coppobulu Sisakan Utang dan Masalah

×

WIKA Disorot, Proyek Irigasi Selli Coppobulu Sisakan Utang dan Masalah

Sebarkan artikel ini
Kondisi bekas galian proyek irigasi di wilayah Selli Coppobulu, Kecamatan Bengo, Kabupaten Bone, terlihat masih dipenuhi material bongkaran dan tanah di sisi jalan. Kondisi tersebut dikeluhkan warga karena dinilai mengganggu akses dan belum ditangani secara maksimal.

Bone, Global Terkini- Proyek peningkatan jaringan irigasi di Daerah Irigasi Selli Coppobulu, Kecamatan Bengo, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, yang dikelola PT Wijaya Karya (WIKA) menuai sorotan warga.

Pekerjaan telah rampung beberapa bulan lalu, namun meninggalkan banyak masalah. Warga menilai proyek rehabilitasi jaringan irigasi di bawah Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang (BBWS-PJ) itu belum selesai sepenuhnya.

Masalah tersebut antara lain bekas galian yang tidak dibersihkan dan disebut merusak jalan umum, pipa air warga yang belum diperbaiki, hingga dugaan tunggakan pembayaran kepada buruh dan pemasok.

Sejumlah warga juga mengeluhkan adanya pinjaman di warung, utang alat, bahan, serta material yang nilainya disebut mencapai puluhan juta rupiah dan belum dibayarkan pihak subkontraktor.

Baca Juga :   Warga Soroti Proyek USB SMA 1 Pana, Minta APH Turun Tangan

TH, warga Desa Tungke, mengaku kecewa dengan kondisi tersebut. Ia menyebut warga harus mengeluarkan biaya tak sedikit untuk mendapatkan akses air karena pipa yang terdampak pekerjaan belum diperbaiki.

“Bicaranya manis tidak ada bukti, kita terpaksa keluarkan biaya untuk Bor karena pipa air tak kunjung diperbaiki,” ujarnya kesal.

Warga lain, Abd Salam yang juga bekerja sebagai juru Pengairan Daerah irigasi Selli Coppobulu, Dinas SDA Cipta Karya dan Tata Ruang Sulsel, membenarkan memang ada beberapa masalah yang ditinggalkan para subkontraktor yang dipekerjakan PT WIKA.

Baca Juga :   Marak Pungli, PMII Demo Samsat Bone, Kanit Regident Bilang Begini

Mulai dari masalah air, utang piutang hingga masalah bekas galian dan material, seperti disampaikan TH.

“Saya sudah berapa kali sampaikan ke pihak WIKA, tapi sampai sekarang belum ada tindakan. Terkait kualitas pekerjaan bisa dicek dan dinilai sendiri,” katanya.

Soroti Kualitas Pekerjaan

Tak hanya persoalan pasca proyek, kualitas pekerjaan juga dipertanyakan warga. Mereka menduga terdapat bagian pekerjaan yang tidak melalui proses pengupasan sebagaimana mestinya, tetapi langsung diplester, bahkan hanya dilakukan pengacian.

AL warga setempat, mengaku melihat langsung kondisi pekerjaan tersebut.

Baca Juga :   Panen Perdana Jagung di Lanca, Dapat Kunjungan Mentan

“Saya lihat langsung pekerjaannya, mulai dari bendung Tungke itu hampir hanya langsung diplester saja ada juga hanya diaci semen,” terangnya.

Persoalan semakin menjadi sorotan setelah salah satu subkontraktor Ashar, diketahui merupakan warga Bengo, tidak lagi dapat dihubungi via WhatsApp maupun telepon.

Kondisi itu memunculkan pertanyaan mengenai tanggung jawab pelaksana proyek terhadap persoalan yang ditinggalkan setelah pekerjaan dinyatakan rampung.

Hingga berita ini dimuat, belum ada klarifikasi dari pihak PT WIKA terkait berbagai persoalan yang dikeluhkan warga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

gb777 slot gacor gb777 https://absen.bulelengkab.go.id/ gb777 slot gacor gb777 nagaapi gb777
OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY