Bone, Global Terkini- Beredar tangkapan layar percakapan WhatsApp, memunculkan dugaan adanya praktik permintaan pembelian rumah kepada calon kepala sekolah (kepsek) di Kabupaten Bone, Rabu 17 Juni 2026.
Dalam percakapan tersebut, calon kepsek diarahkan membeli rumah sebagai bagian dari proses yang dikaitkan dengan pelantikan jabatan.
Belum diketahui secara pasti perumahan mana yang dimaksud dalam percakapan tersebut.
Namun, isi chat menunjukkan adanya permintaan pembayaran uang muka (DP) sebesar Rp2,5 juta diduga oleh oknum pejabat di Dinas Pendidikan.
Dalam salah satu pesan, oknum tersebut meminta calon pembeli segera mengirim bukti transfer DP.
“(Sertakan Nama dan no. Blok yang akan di booking). Usahakanki DP ini hari lalu kirimknka buktix….. Yg. 2,5 jt…….”
Pada percakapan lain, oknum tersebut menyebut pembelian rumah itu diperuntukkan bagi calon kepala sekolah.
“D srh Ki beli rmh bg calon Kepsek puang.”
Tak hanya itu, terdapat pula pesan yang terkesan memberikan tekanan agar pembayaran segera dilakukan.
“Bsk plntikan yg nda byr terhapus nm nya puang.”
Isi percakapan tersebut memunculkan dugaan adanya pencatutan nama pejabat mempengaruhi calon kepala sekolah menjelang pelantikan.
Dikonfirmasi terkait beredarnya percakapan itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bone, Baharuddin, mengaku tidak mengetahui persoalan tersebut karena baru menjabat.
“Saya tidak tahu soal itu karena baru menjabat dinda,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Namun ketika dimintai tanggapan maupun imbauan kepada guru dan calon kepala sekolah agar tidak melayani pesan serupa, Baharuddin memilih tidak memberikan komentar lebih lanjut. Ia beralasan sedang mengikuti pelatihan di luar daerah.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi mengenai identitas pengirim pesan maupun kebenaran klaim yang mengaitkan pembelian rumah dengan proses pengangkatan kepala sekolah.
Pemerintah daerah dan pihak terkait diharapkan segera melakukan klarifikasi untuk menghindari keresahan di kalangan tenaga pendidik.













