HukrimNewsPeristiwa

Pasca Operator Tewas, Inspektur Tambang Dikabarkan akan Turun, Penambang Mendadak Diinstruksikan Lengkapi APD

×

Pasca Operator Tewas, Inspektur Tambang Dikabarkan akan Turun, Penambang Mendadak Diinstruksikan Lengkapi APD

Sebarkan artikel ini
Kolase: Tangkapan layar percakapan yang diduga berasal dari grup WhatsApp penambang berisi instruksi agar operator dan buruh segera menggunakan alat pelindung diri (APD) menyusul kabar rencana inspeksi oleh Inspektur Tambang. Di sisi lain, aparat dan pihak terkait melakukan olah TKP di lokasi longsor tambang galian C di Desa Lampoko, Kecamatan Barebbo yang menewaskan seorang operator alat berat.

Bone,Global Terkini- Pasca insiden longsor menewaskan operator alat berat di lokasi tambang galian C Lampoko, Kecamatan Barebbo, Kabupaten Bone, aktivitas tambang tersebut kini dikabarkan akan mendapat pemeriksaan dari Inspektur Tambang.

Meski belum ada kepastian kapan tim akan turun ke lokasi, informasi mengenai rencana itu rupanya telah lebih dulu beredar di kalangan penambang.

Sebuah tangkapan layar diduga berasal dari grup WhatsApp penambang memperlihatkan adanya instruksi diduga disampaikan oleh pemilik izin tambang agar seluruh operator alat berat dan pekerja segera melengkapi serta menggunakan alat pelindung diri (APD).

Baca Juga :   Tolak Vaksin, Warga Diminta Serahkan KKS dan Keluar dari Daftar Penerima Bantuan

“Tabe disampaikan kepada semua pemilik alat supaya menyediakan alat pengaman diri tuk operator dgn buruh lepas minimal helm sepatu laras sebelum beraktifitas ini standar kerja yg harus dijalankan dilokasi,” bunyi pesan tersebut.

Pesan itu kemudian dilanjutkan dengan pemberitahuan terkait rencana kedatangan Inspektur Tambang.

“Tabe ini keharusan sehubungan ada tim inspektur Tambang yg meninjau dilokasi. Setelah habis dipakai disimpan kembali di basecamp masing-masing, ini demi kepentingan bersama agar dapat mematuhi bersama,” tulis pesan tersebut.

Kasi Minerba Dinas ESDM Wilayah V Bone, A. Tamar, membenarkan kasus tambang itu saat ini sedang menjadi perhatian.

Baca Juga :   Pickup Putih Tabrak Yaris di Jl Ahmad Yani Lalu Kabur, Korban Harap Pelaku Bertanggung Jawab

“Pemegang IUP sudah komunikasi langsung dengan inspektur tambang,” singkatnya.

Sebelumnya diberitakan, seorang operator excavator bernama Irpan (32) meninggal dunia setelah tertimbun material longsor saat melakukan pengerukan di tambang galian C Lampoko, Jumat 24 Juli 2026. Beredar isu dugaan aktivitas penambangan ada yang dilakukan di luar titik koordinat izin resmi. Di lokasi juga terlihat pekerja tidak menggunakan alat pelindung diri (APD), memunculkan sorotan terhadap penerapan standar keselamatan kerja.

Tambang tersebut sebelumnya berulang kali dikeluhkan masyarakat akibat debu dan kerusakan jalan, namun keluhan itu tak dipeduli seiring muncul kabar dugaan adanya setoran ke kepala desa Rp5000 per truk, belum diketahui dasar hukum maupun peruntukannya.

Baca Juga :   Sambut Hari Ikan Nasional, DKP Bone Rangkul Anak TK dan SD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

gb777 slot gacor gb777 https://absen.bulelengkab.go.id/ gb777 slot gacor gb777 nagaapi gb777
OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY