Bone, Global Terkini- Masalah bau tak sedap dari air buangan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) makin panas, setelah warga mengeluh di dua titik berbeda, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bone buka suara.
Kepala DLH Bone, Dray Vibrianto, menegaskan bahwa pihaknya sudah memberi peringatan sejak dua bulan lalu kepada seluruh pengelola dapur MBG.
Buka teguran biasa, tapi lengkap dengan apa saja yang wajib dipenuhi, termasuk sistem pengelolaan limbah.
“Semua dapur MBG sudah kami ingatkan. Hasil pemeriksaan juga sudah kami sampaikan ke masing-masing pengelola dan ketua satgas MBG Bone,” jelas Dray, Rabu malam, 20 Mei 2026.
Menurutnya, karena dokumen lingkungan dapur MBG hanya berupa SPPL, maka DLH hanya berwenang melakukan pembinaan, bukan evaluasi penuh.
Sementara yang punya kewenangan evaluasi adalah Badan Gizi Nasional.
Bahkan, dalam rapat kerja (Raker) bersama Komisi III dan IV, DLH mengaku sudah memaparkan hasil pembinaan seluruh dapur MBG di Bone. Artinya, masalah ini bukan hal baru.
Tak berhenti di situ, hari ini juga DLH langsung bergerak cepat.
Dray mengaku telah memerintahkan timnya turun lapangan lagi untuk mengecek apakah arahan sebelumnya benar-benar dijalankan atau diabaikan.
“Kalau belum ditindaklanjuti, walaupun mungkin agak di luar kewenangan, tetap kami beri teguran tertulis ndi,” tegasnya.
Pernyataan ini semakin memperjelas bahwa masalah di program MBG, bukan hanya teknis lapangan, tapi juga soal kepatuhan dan keseriusan pengelola dapur menjalankan standar lingkungan.













