Bone, Global Terkini- Penanganan dugaan penipuan dan penggelapan yang menyeret Kepala Desa Tirong, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, kian menyita perhatian publik. Di tengah proses penyelidikan yang masih berlangsung di Polres Bone, satu per satu pengakuan baru mulai bermunculan.
Jika sebelumnya kasus berfokus pada laporan dugaan penggunaan kwitansi bermaterai dan stempel resmi desa untuk meminjam uang puluhan juta rupiah, kini muncul klaim lain dari pelaku usaha lokal yang mengaku hampir menjadi korban.
Terbaru, owner Putra Noling Grup, Eko Wahyudi, mengungkapkan pengalamannya saat bertransaksi dengan Kepala Desa Tirong, Muliati, pada Desember 2025 lalu.
Menurut Eko, saat itu Muliati memesan material paping kepada perusahaannya. Namun, sistem pembayaran yang dijanjikan tidak berjalan sesuai kesepakatan.
“Saya kasi masukkan dua truk dulu, karena alasannya harus masuk dua truk baru dia mau bayar cash seribu meter. Eh pas masuk dua truk sekitar 120 meter persegi dia tidak bayar,” ujar Eko, Rabu 4 Maret 2026.
Eko mengaku sempat memberi toleransi tambahan waktu selama sepekan. Namun, pembayaran tak kunjung direalisasikan dengan berbagai alasan.
“Banyak alasannya, makanya langsung saya ambil kembali itu dua truk,” tambahnya.
Beruntung, material tersebut berhasil ditarik kembali sebelum kerugian lebih jauh terjadi. Meski demikian, Eko menyebut pengalaman itu menjadi peringatan bagi pelaku usaha lain agar lebih berhati-hati.
Muliati yang dikonfirmasi terkait benar tidaknya pernyataan tersebut pun membantah.
“Iye tidak,” jawabnya singkat.
Sementara itu, kasus yang tercatat dengan nomor laporan STTLP/58/II/2026/SPKT/RES BONE/POLDA SULSEL tersebut masih berada pada tahap penyelidikan. Aparat sebelumnya menegaskan bahwa proses pendalaman terus dilakukan, termasuk menguji unsur niat (mens rea) serta kesesuaian alat bukti.
Dengan terus bertambahnya pengakuan dari pihak-pihak yang merasa dirugikan, bukan tidak mungkin spektrum perkara ini akan semakin meluas. Media ini masih melakukan penelusuran terhadap kemungkinan adanya korban-korban lain yang belum melapor.













