Bone, Global Terkini- MAN 3 Bone mengaku kecewa dan merasa dipermalukan setelah gelar Juara Umum yang sempat diumumkan dan pialanya diserahkan, justru ditarik kembali oleh panitia lomba peringatan HUT RI di Kecamatan Lappariaja (Lapri), Kabupaten Bone.
Panitia berdalih, terjadi kekeliruan dalam penghitungan emas sehingga status juara umum dialihkan kepada SMAN 5 Bone.
Keputusan tersebut memicu kekecewaan dari pihak MAN 3 Bone. Seorang guru yang meminta anonimitas menilai penetapan juara umum menimbulkan tanda tanya.
Pasalnya, sekolah yang akhirnya ditetapkan sebagai juara umum disebut tidak mengikuti cabang lomba seni. Selain itu, pada lomba Gerak Jalan Pramuka, sekolah tersebut juga diduga menggunakan variasi penghormatan yang menurut petunjuk teknis (juknis) tidak diperbolehkan.
Guru tersebut mengatakan, keputusan panitia dan dewan juri tidak hanya berdampak pada nama baik sekolah, tetapi juga memukul mental para siswa karena menjadi sasaran ejekan.
“Kasian siswaku, terganggu mentalnya, siswa dari sekolah lain mengolok-olok siswa MAN 3 Bone terkait pembatalan juara umum di Sosmed. Tentu ini sangat mencoreng nama MAN 3 Bone. Ini dampak dari ketidaktelitian panitia,” katanya, Kamis 20 Agustus 2026.
Terpisah, Ismadi yang mengaku sebagai juri cabang seni sekaligus panitia membenarkan adanya kekeliruan dalam penghitungan perolehan emas.
Kesalahan itu baru diketahui setelah hasil perlombaan diumumkan dan pihak SMAN 5 Bone mengajukan sanggahan.
“Biasalah pak namanya manusia, tapi saya pastikan tidak ada kecurangan atau ketimpangan di situ, khusus lomba seni yah,” ujar Ismadi.
Ia juga membenarkan bahwa SMAN 5 Bone memang tidak mengikuti cabang lomba seni. Namun, menurutnya, tidak ada aturan yang menegaskan bahwa peserta yang tidak mengikuti salah satu cabang lomba otomatis tidak dapat menjadi juara umum.
Ismadi menegaskan, juri tidak seharusnya disalahkan atas persoalan tersebut karena telah bekerja sesuai tugasnya dan tidak melakukan kecurangan sebagaimana yang disangkakan. Ia juga meminta pihak sekolah mempertimbangkan mental para juri dan panitia.
Ia juga mengatakan pihak panitia telah mendatangi sekolah-sekolah terkait untuk memberikan klarifikasi sekaligus menyampaikan permohonan maaf atas kekeliruan penghitungan.
“Ada teman yang sudah kesana, namanya Muh Reski Sudirman,” ujarnya.
Pihak sekolah pun membenarkan, namun kedatangan pihak panitia untuk meminta maaf dianggap masih kurang tepat. Mereka beranggapan seharusnya panitia lomba Agustusan Kecamatan Lapri mengklarifikasi dan meminta maaf secara publik, sebagaimana panitia mempermalukan MAN 3 Bone di publik juga.
Sementara itu, menanggapi keluhan mengenai kondisi mental siswa yang menjadi bahan olok-olok, Ismadi menyarankan agar persoalan tersebut ditempuh jalur hukum.
“Mereka punya hak melaporkan kalau memang merasa dipermalukan, hingga mental siswanya terganggu,” pungkasnya.
Hingga saat ini, hasil lomba itu masih menjadi polemik. Pihak guru MAN 3 Bone juga mengaku ditelepon salah seorang panitia bernama Petong, menanyakan harus bagaimana lagi agar masalah ini disudahi, Petong mengaku sudah meminta maaf langsung ke Kepala MAN 3 Bone.
“Kekhawatiran terbesar kami itu, kalau siswa sudah tidak tahan selalu dihujat di medsos, nanti baku hantam kalau ketemu,” ujar guru.













