Mamasa, Global Terkini- Dugaan intimidasi mencuat dalam pelaksanaan program MBG di Mamasa. Seorang orang tua siswa di Mambi dilaporkan didatangi aparat bersama Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setelah mengkritik kualitas MBG melalui media sosial.
Hal tersebut kemudian direspon Aktivis Kecamatan Mambi, Rizal Kahfi, yang menilai tindakan itu mencederai ruang partisipasi publik dalam pengawasan program pemerintah.
“Orang tua tersebut menghimbau anak-anak untuk lebih teliti saat memakan MBG melalui postingannya di akun Facebook, tapi justru dia didatangi aparat dan Kepala SPPG lalu disuruh minta maaf,” katanya.

Rizal menegaskan, program MBG di berbagai daerah sebelumnya juga kerap menuai persoalan, mulai dari dugaan makanan basi hingga kasus keracunan.
“Ini seharusnya menjadi perhatian serius pemerintah. Masyarakat dan orang tua harus ikut mengawasi agar kualitas dan kehigienisan MBG terjamin,” ujar Rizal, Jumat 30 Januari 2026.
Ia menyayangkan sikap pengelola SPPG yang dinilai anti kritik, padahal dana MBG bersumber dari keuangan negara.
“Dana MBG harus digunakan sebaik mungkin, Kepala SPPG atau pemilik Yayasan tidak boleh seenaknya dan anti kritik, ini uang negara yang sebagian dari pajak rakyat,” tegasnya.
Rizal mendesak pemerintah segera mengusut dugaan intimidasi tersebut serta memastikan pelaksanaan MBG di SPPG Mambi berjalan transparan, berkualitas, dan menghormati hak masyarakat menyampaikan kritik.













