Bone, Global Terkini- Keluhan masyarakat terkait gas Elpiji 3 kilogram yang kian langka dan mahal di Kabupaten Bone direspons Polres Bone Polda Sulawesi Selatan dengan melakukan pengawasan langsung ke agen dan pangkalan elpiji, Jumat 30 Januari 2026.
Pengawasan dipimpin Kanit II Ekonomi Satreskrim Polres Bone, Ipda Yobel Arihta Perangin Angin, bersama Satgas Ketahanan Pangan Kabupaten Bone, untuk memastikan distribusi LPG bersubsidi tepat sasaran serta mencegah penimbunan dan penjualan di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
Kasat Reskrim Polres Bone, AKP Alvin Aji Kurniawan, menegaskan langkah ini merupakan respons atas kesulitan warga mendapatkan Elpiji 3 Kg dengan harga wajar.
“Kegiatan pengawasan ini merupakan respons cepat Polres Bone atas keluhan masyarakat terkait kelangkaan Elpiji 3 Kg. Kami bersama Satgas Ketahanan Pangan turun langsung ke lapangan untuk memastikan distribusi Elpiji bersubsidi berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku,” ujarnya.
Ia menegaskan LPG 3 Kg adalah barang subsidi yang peruntukannya jelas.
“Kami menegaskan kepada seluruh agen dan pangkalan agar tidak melakukan penimbunan, tidak menyalurkan Elpiji 3 Kg kepada pihak yang tidak berhak, serta tidak menjual di atas HET. Jika ditemukan adanya pelanggaran, kami tidak akan ragu mengambil langkah hukum sesuai ketentuan perundang-undangan,” tegasnya.
Polres Bone juga mengajak masyarakat melapor jika menemukan dugaan penyalahgunaan LPG subsidi di lapangan.













