Mamasa, Global Terkini- Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Mamasa mengingatkan Bupati Mamasa agar proses seleksi jabatan struktural Eselon III tidak berubah menjadi arena kompromi kepentingan dan praktik nepotisme yang merusak prinsip meritokrasi.
Ketua Umum HMI Cabang Mamasa, Arifin Jalil, menegaskan bahwa seleksi Eselon III adalah ujian serius komitmen pemerintah daerah membangun birokrasi profesional dan berintegritas. Menurutnya, keterlibatan kepentingan keluarga, kedekatan politik, atau balas jasa kekuasaan merupakan bentuk pengkhianatan terhadap amanat publik.
“Seleksi ini bukan ruang bagi titipan atau kepentingan elit. Jika hasilnya sarat nepotisme, itu berarti pemerintah secara sadar sedang merusak tatanan birokrasi dan mematikan harapan reformasi di Mamasa,” tegas Arifin, Kamis 18 Desember 2025.
HMI menilai jabatan Eselon III memiliki posisi strategis menentukan arah kebijakan teknis dan kualitas pelayanan publik. Karena itu, setiap indikasi ketidaktransparanan dan intervensi politik dipandang sebagai ancaman serius terhadap tata kelola pemerintahan yang sehat.
Arifin menambahkan, HMI Cabang Mamasa tidak akan tinggal diam jika seleksi tersebut melahirkan pejabat yang tidak berbasis kompetensi. HMI, kata dia, siap mengonsolidasikan kekuatan moral dan intelektual mahasiswa untuk mengawal, mengkritisi, hingga menekan pemerintah daerah bila ditemukan penyimpangan.
“Kami mengingatkan Bupati Mamasa, sejarah akan mencatat apakah seleksi ini melahirkan birokrat kompeten atau justru memperpanjang rantai nepotisme. HMI berdiri di posisi yang jelas, bersama kepentingan publik,” pungkasnya.
HMI Cabang Mamasa menegaskan komitmennya sebagai bagian dari civil society untuk terus mengawasi kebijakan strategis daerah demi terwujudnya pemerintahan yang adil, dan berpihak pada rakyat.













