NewsPendidikanRagam

PKBM di Bone Butuh Dukungan Pemerintah

1416
×

PKBM di Bone Butuh Dukungan Pemerintah

Sebarkan artikel ini
Ketua PKBM FP2AI Bone Mastiawaty, SH.

Bone, Global Terkini- Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan masih membutuhkan perhatian dan dukungan pemerintah terkait sarana dan prasarana pendidikan.

Prasarana dimaksud, termasuk langkah-langkah untuk menyediakan ruang lebih lega bagi peserta didik pekerja mengikuti kelas belajar.

Hal itu penting untuk mendukung salah satu tugas PKBM menyelamatkan anak putus sekolah dan mencerdaskan bangsa.

Ketua PKBM FP2AI Bone Mastiawaty, SH mengatakan, salah satu kendala yang dihadapi saat ini adalah sulitnya peserta didik kesetaraan yang berstatus karyawan atau pekerja untuk mengikuti kelas.

Baca Juga :   Bupati Pimpin Rakor MTQ, Janji Jadi Tuan Rumah yang Baik

“Kita berharap Pemda bisa bantu memberikan semacam arahan atau imbauan ke pelaku usaha agar peserta didik itu bisa diberi izin mengikuti kelas tiga kali seminggu,” katanya, Kamis 6 Juni 2024.

“Karena kalau tidak belajar, bagaimana mereka bisa menghadapi ujian,” tambahnya.

Suasana ruang belajar di kantor PKBM FP2AI Bone, Jl Masjid, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone.

Menurut Mastiawaty, walau PKBM merupakan lembaga pendidikan non formal namun tidak menurunkan kualitas peserta didik.

Juga meski ijazahnya merupakan program paket A, B dan C diharapkan peserta didik tidak berkecil hati dan tetap semangat mengikuti kelas selama tiga tahun, karena parameter keberhasilan seseorang bukan karena dia dari lulusan sekolah formal atau non formal.

Baca Juga :   Tingkatkan Sinergitas Lewat Komunikasi Sosial

PKBM Forum Pendamping Pemerhati Anak Indonesia (FP2AI) saat ini telah memiliki ribuan peserta didik dari berbagai latar belakang dan usia, didukung kelas jauh yang tersebar di beberapa Kecamatan, diantaranya, Tanete Riattang Timur, Libureng, Cenrana, Mare hingga Bontocani.

MoU dengan beberapa lembaga dan pengusaha, seperti Lapas Kelas II A Watampone, Bapas, BNNP dan Surya Indah juga ikut andil dalam keberlangsungan program-program PKBM FP2AI.

Sementara untuk operasional, lembaga yang aktif sejak 2013 ini hanya bergantung pada dana BOP dari pemerintah pusat.

Baca Juga :   Empat Peserta PKN Tingkat II Asal Bone, Pamerkan Inovasi Proyek Perubahan

“Tahun lalu, untuk paket C saja ada sekitar 300 orang yang kita ikutkan ujian, belum termasuk paket A dan B.  Sementara yang tahun ini, paket C ada 464 dan B 258 orang,” ujarnya.

Tahun ini PKBM FP2AI kembali membuka pendaftaran untuk peserta didik baru yang ingin mengikuti pendidikan kesetaraan program paket A, B dan C.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *