Bone, Global Terkini- Polemik pesan misterius terkait dugaan intervensi dalam mutasi ASN di Kabupaten Bone terus bergulir. Kali ini, Mastaram, mantan Kabag Umum Setda Bone yang dinon job angkat bicara memberikan klarifikasi atas isi pesan yang beredar.
Mastaram membenarkan bahwa dirinya memang pernah menerima telepon dari Kepala BKPSDM Bone, Edy Saputra Syam yang bernada marah. Bahkan, ia mengakui adanya ucapan bernada ancaman.
“Memang pernah dia telepon marah-marah, terus ada kata begitu (kuhancurkan ko -red). Tapi ucapan ‘Tilac**’ itu tidak ada,” katanya, Jumat 10 April 2026.
Meski demikian, Mastaram mengaku tidak ingin memperbesar persoalan tersebut. Ia memilih menerima kejadian itu sebagai bagian dari dinamika pekerjaan.
Saat ditanya, apakah kegiatan di Bakunge yang menjadi sebab dia mendapat teguran keras merupakan kegiatan resmi Pemda atau bukan, Mastaram memilih tak menjawab.
“Saya ikhlas, saya tidak mau membesar-besarkan, pasrahkan saja semua sama yang di atas,” ujarnya singkat.
Terkait peristiwa yang disebut terjadi di Masjid Nurul Islam, Mastaram juga meluruskan informasi. Ia menegaskan bahwa dirinya bukan sedang curhat seperti yang dinarasikan dalam pesan misterius.
“Bukan saya curhat. Waktu itu ada teman yang bertanya, saya hanya menjawab,” jelasnya.
Ia juga membantah mengetahui keterlibatan atau konflik dengan sejumlah nama yang disebut dalam pesan tersebut. Menurutnya, ia sama sekali tidak tahu-menahu soal hal itu.
“Saya tidak tahu soal nama-nama yang disebut, itu di luar pengetahuan saya,” tambahnya.
Di akhir, Mastaram berharap polemik ini tidak terus berkembang dan menimbulkan persepsi yang keliru di tengah masyarakat.
Sebelumnya diberitakan, redaksi Global Terkini menerima pesan WhatsApp dari nomor tak dikenal yang menuding adanya kendali terhadap mutasi ASN di Kabupaten Bone oleh Edy Saputra Syam. Dalam pesan tersebut juga disebut adanya dugaan pernyataan bernada ancaman serta keterlibatan sejumlah nama pejabat. Namun, Edy telah membantah tegas tudingan itu, menyebutnya sebagai fitnah, dan menegaskan bahwa seluruh proses mutasi telah berjalan sesuai aturan serta prosedur yang berlaku.
Berikut isi pesan yang diterima redaksi Global Terkini:
“Bone ini yg atur sebenarnya Edy Syam semua, kemarin Mastaram curhat d jamaah masjid Nurul Islam biru beberapa hari katanya sebelum di non job dibilangi Mastaram “uhancurkan ko tilac**” di depan istrinya d rujab, Sm seperti nanti nasibmu Arman Boby, Bambang, sedikit lg nanti sy, Sahar juga.. br Alena gare mau sekda. Na pangkat belum memenuhi.. kasian mastaram sambil menetes kan air mata”













