Mamasa, Global Terkini- Wakil Bupati Mamasa, Sudirman, menyoroti pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat. Ia menilai kualitas menu MBG masih jauh dari harapan.
Hal itu disampaikan Sudirman saat ditemui wartawan di kediamannya, Minggu malam, 25 Januari 2026.
Menurutnya, anggaran MBG sebesar Rp15 ribu per porsi tidak sepenuhnya dinikmati anak-anak penerima manfaat.
“Saya lihat kurang, dari anggaran Rp15 ribu per porsi, namun yang sampai di anak-anak berkisar harga Rp5 ribu. Ini sudah tidak benar, pengelola dapur cari keuntungan,” ujarnya.
Sudirman juga mengingatkan bahwa program MBG berpotensi gagal jika menu yang disajikan tidak bervariasi.
“Kalau Menu nya itu terus pasti gagal. Sebab anak-anak juga akan bosan jika sajiannya hanya itu,” katanya.
Selain itu, Sudirman menyoroti keberadaan dapur MBG reguler di Kecamatan Mehalaan yang dinilainya tidak memenuhi ketentuan.
“Itu dapur reguler di Kecamatan Mehalaan sangat dipaksakan. Sebab tak punya SK, yang syarat hanya Dapur 3T dan punya SK dari Pusat,” tegasnya.
Ia menjelaskan, dapur MBG yang memiliki SK di Kecamatan Mehalaan hanya berada di Desa Salukonta, Desa Botteng, dan Mehalaan.
“Hanya itu yang syarat sebab penerima manfaat di Kecamatan Mehalaan tidak sampai 1000, tapi 800 an,” pungkasnya.













