Bone, Global Terkini- Hampir dua jam, Ketua Lembaga Pembela Rakyat Sumber Aspirasi (Perkasa), Andi Arman Rahim dicecar pertanyaan penyidik Polda Sulsel sehubungan laporan yang dilayangkannya pada 22 September 2026 lalu.
Arman melaporkan banyaknya perumahan diduga berdiri di atas lahan sawah produktif. Kewajiban pengembang dalam menjaga keberlanjutan lahan pertanian dan lingkungan disorot.
“Saat pusat gencar melakukan cetak sawah untuk ketahanan pangan, sejumlah perumahan justru sibuk menimbun sawah, kami minta aparat lakukan pemeriksaan,” kata Arman, Selasa 6 Oktober 2026.
“Kami tidak ingin pembangunan perumahan mengorbankan lahan pertanian, tanpa kejelasan mengenai status lahan, perizinan, maupun kewajiban menyediakan lahan pengganti,” tambahnya.
Selain lahan, Perkasa juga menyoroti dugaan belum optimalnya pengelolaan limbah domestik pada sejumlah kawasan perumahan, ini dikhawatirkan menimbulkan dampak lingkungan bagi masyarakat.
Seperti baru-baru ini dikeluhkan warga petani di sekitar perumahan Dirz, Bukaka.
Dari puluhan perumahan yang dilaporkan, termasuk diantaranya beberapa perumahan di kecamatan kota, khususnya yang dibangun sebelum tahun 2023, dan kecamatan di luar kota, seperti Palakka, Kajuara hingga Ponre.
“Sementara untuk pengelolaan limbahnya, kami minta aparat periksa semua,” pungkasnya.













