Bone, Global Terkini- Sejumlah orang tua murid SD Inpres 6/75 Manurunge, Kabupaten Bone, mengeluhkan berbagai kebijakan sekolah yang dinilai membebani mereka. Keluhan tersebut disampaikan via Whatsapp, Kamis 6 Agustus 2026.
Salah satu persoalan yang disorot adanya instruksi kepada murid membeli bendera ronce yang akan dipasang menjelang peringatan Hari Kemerdekaan RI.
Para orang tua mempertanyakan mengapa pengadaan atribut tersebut dibebankan kepada murid, sementara sekolah seharusnya dapat mengalokasikan anggaran dari Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
Selain itu, orang tua juga mengaku keberatan dengan seringnya tugas membuat kerajinan tangan yang membutuhkan biaya tambahan membeli berbagai bahan. Mereka menilai tugas tersebut justru lebih banyak dikerjakan mereka karena tingkat kesulitannya tidak sesuai dengan kemampuan murid sekolah dasar.
“Belum selesai satu tugas, sudah ada lagi tugas berikutnya. Bahan-bahannya juga harus dibeli dan biayanya tidak sedikit. Akhirnya orang tua yang sibuk mengerjakan,” kata orang tua murid.
Mereka berharap pihak sekolah dapat mengevaluasi kebijakan yang berpotensi membebani mereka, baik dari sisi biaya maupun jenis tugas yang diberikan.
Mereka juga meminta agar penggunaan Dana BOS dapat dimaksimalkan untuk kebutuhan sekolah yang semestinya tidak dibebankan kepada peserta didik.
Hingga berita ini dimuat, pihak SD Inpres 6/75 Manurunge belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan tersebut, upaya konfirmasi yang dilakukan sejak kemarin belum membuahkan hasil.













