Bone, Global Terkini- Aksi penyerangan bersenjata tajam meresahkan warga Kabupaten Bone. Dalam sepekan terakhir, kelompok yang diduga menyerupai geng motor disebut melakukan serangkaian aksi penyerangan di Kelurahan Masumpu dan Kelurahan Biru, Kecamatan Tanete Riattang.
Menurut Ilham, warga Andi Pangeran, peristiwa pertama terjadi Senin malam, 25 Mei lalu, sekitar pukul 00.30 WITA atau Selasa dini hari. Sekitar 20 pengendara motor tiba-tiba berhenti di tengah jalan sambil menghunus parang dan badik.
“Ketika saya ke depan, banyak orang turun dari motor menghunus parang dan badik, diantaranya ada yang boncengan 3.”
Warga yang kaget berusaha mengusir dan mengejar kelompok tersebut. Dalam insiden itu, tiga orang terjatuh dari motor dan nyaris menjadi sasaran amukan massa.
Menurut Ilham, ketiganya kemudian diamankan di rumah seorang warga hingga polisi datang menjemput.
Saat diamankan, ditemukan sebilah keris yang dibawa kelompok tersebut. Ketiga orang itu juga disebut dalam kondisi mabuk berat.
“Ke 3 nya saya liat luka luka karena jatuh dari motor, dan motor mereka mengalami kerusakan,” ujar Ilham, Senin 1 Juni 2026.
Aksi serupa kemudian terjadi lagi di Jl Jenderal Muh Yusuf, Kelurahan Biru, pada akhir Mei, tak lama setelah peristiwa di Jl Andi Pangeran.
Kelompok yang sama disebut melakukan penyerangan dua malam berturut-turut, Sabtu dan Minggu malam.
Lia, warga Biru, mengaku resah karena sasaran penyerangan adalah anak-anak yang biasa berkumpul dan bermain game di sekitar rumahnya.
Ia menyebut para pelaku membawa senjata tajam dan busur.
“Saya kaget melihat tiba tiba ada rombongan pengendara motor yang datang berteriak sambil bawa parang, ada juga yang bawa busur.”
Namun yang membuat heran, kata Lia, justru puluhan anak yang menjadi sasaran penyerangan diamankan aparat setelah kejadian.
“Ada 33 anak yang di serang, sementara kelompok yang melakukan penyerangan tidak satu pun yang diamankan.”
Dari keterangan sejumlah anak yang diamankan, kelompok penyerang disebut mengatasnamakan diri sebagai “Fredom” dan “Kawat Merah”.
Kelompok tersebut diduga beranggotakan pelajar SMP dan SMA yang biasa berkumpul di sekitar Jalan Bhayangkara dan Jalan Dipanjaitan.
Serangkaian aksi tersebut menimbulkan keresahan, warga meminta aparat segera menindak para pelaku dan mencegah terulangnya penyerangan serupa.











