HukrimNewsPeristiwaRagam

Diduga Mafia Solar Berkedok Petani Marak di SPBU Kajuara, Pensiunan Polisi Sebut Ada Setoran

×

Diduga Mafia Solar Berkedok Petani Marak di SPBU Kajuara, Pensiunan Polisi Sebut Ada Setoran

Sebarkan artikel ini
Sejumlah pelangsir tampak leluasa melakukan pengisian di SPBU Kajuara.

Bone, Global Terkini- Dugaan praktik mafia solar subsidi berkedok kebutuhan petani disebut kembali marak dan berlangsung terang-terangan di beberapa SPBU di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Salah satunya SPBU 74.927.13 Kajuara.

Aktivitas pengisian solar subsidi menggunakan jeriken dengan rekomendasi atas nama orang lain itu bahkan disebut telah berlangsung lama dan terkesan dibiarkan tanpa pengawasan.

Dari pantauan di lokasi pada Kamis 7 Mei 2026, sejumlah pelangsir tampak leluasa melakukan pengisian.

Ironisnya, proses pengisian bukan lagi dilakukan operator SPBU, melainkan para pelangsir sendiri.

Situasi tersebut memicu sorotan warga karena dinilai membuka ruang besar terjadinya penyalahgunaan BBM subsidi yang sejatinya diperuntukkan bagi masyarakat dan petani yang berhak.

Baca Juga :   Warga Sipil Isi Jeriken di SPBT Watampone, Dandenbekang Bakal Tegur Anggotanya

Seorang pensiunan anggota Polri mengaku bernama Agus terlihat sibuk mengatur antrean pengisian di area SPBU.

Kepada wartawan, Agus mengungkap adanya dugaan pungutan tambahan yang diberikan para pelangsir kepada pihak SPBU agar aktivitas pengisian berjalan lancar.

“Kalau memang murni untuk petani, kenapa mesti ada biaya tambahan?” ujar seorang warga yang mempertanyakan praktik tersebut.

Agus sendiri menyebut para pelangsir diduga memberikan uang sebesar Rp7 ribu per jeriken kepada pihak tertentu di SPBU.

Tak hanya itu, salah satu pelangsir juga mengaku kerap mengeluarkan uang hingga Rp400 ribu kepada oknum tertentu demi kelancaran aktivitas pengambilan solar subsidi.

Baca Juga :   Antrean Mengular di RSUD Tenriawaru, Pasien Menunggu Berjam-jam Demi Layanan Menit

Pelangsir bernama Habasiah tersebut bahkan menilai kesalahan bukan hanya berada pada pihaknya, tetapi juga pada SPBU yang tetap melayani pengisian meski bukan pemilik rekomendasi resmi.

Seorang operator SPBU juga menyebut seorang pelangsir bernama Luke sebagai pihak yang diduga kerap melakukan pengambilan solar subsidi dalam jumlah besar dan dengan frekuensi yang cukup sering.

Ironisnya, aktivitas dugaan mafia solar subsidi itu berlangsung tidak jauh dari kantor polisi setempat.

Sementara pengawas SPBU yang disebut bernama Risal juga tidak terlihat berada di lokasi saat aktivitas pengisian berlangsung.

Baca Juga :   Distribusi Solar Subsidi Disorot, Pengawasan Aparat Dipertanyakan

Ketua Tim Investigasi LP-KPK Bone, Andi Sunil, mendesak aparat penegak hukum dan pihak Pertamina segera turun tangan menyelidiki dugaan penyalahgunaan BBM subsidi tersebut.

“Kami minta APH dan Pertamina jangan hanya diam tutup mata. Dalam waktu dekat kami akan layangkan laporan resmi terkait dugaan penyalahgunaan solar subsidi ini,” tegasnya.

Sementara itu, Agus menyebut aktivitas pengambilan solar menggunakan jeriken diperkirakan masih akan kembali ramai dalam beberapa hari ke depan.

“Besok banyak pengambilan jeriken untuk perahu, pakai barcode pertanian,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://sipak.blitarkota.go.id/ slot gacor Slot Gacor https://absen.bulelengkab.go.id/ gb777 slot gacor gb777
OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY