OpiniRagam

Cetak Generasi Berkarakter

×

Cetak Generasi Berkarakter

Sebarkan artikel ini
Muhammad Rusdi, S.Pd., M.Pd

Masa depan pendidikan Kabupaten Bone, cerah. Bupati Andi Asman Sulaiman (BupAAS) memberikan atensi. Generasi penerus Bone harus punya karakter.

BupAAS ingin pembinaan sumber daya manusia (SDM) Kabupaten Bone dilakukan sejak dini persiapan dengan matang. Salah satu kuncinya, tenaga pengajar harus berkualitas.

Untuk mencapai target besar generasi berkarakter, maka penting guru melakukan pembekalan diri. BupAAS membuka pintu selebar-lebarnya bagi tenaga pendidik dalam meningkatkan kapasitas yang dimiliki.

BupAAS memahami bila guru bukan semata profesi. Ia adalah penjaga arah zaman. Sekaligus masa depan bangsa.

Di tangan seorang guru, seorang anak bisa menemukan keberanian untuk bermimpi. Dari seorang guru, bisa lahir keyakinan bila anak petani pun dapat menjadi orang sukses, bahwa anak dari kampung pun mampu berdiri sejajar dengan siapa saja di dunia ini.

Maka ketika BupAAS berbicara tentang pendidikan, yang ia pikirkan bukan sekadar soal bangunan sekolah atau angka-angka statistik. Ia membahas tentang manusia. Tentang bagaimana Bone harus menyiapkan generasi yang kuat dan tangguh dalam menghadapi masa depan yang penuh tantangan.

Baca Juga :   Arifuddin Bertahan, Rusdi Ingatkan Guru: Profesi Mulia Harus Dijaga

Andi Asman merupakan sosok kepala daerah yang mempunyai kegelisahan besar terhadap kualitas SDM. Kegelisahan itu bukan lahir dari pesimisme, tetapi dari keyakinan bahwa Bumi Arung Palakka sebenarnya mampu melahirkan generasi unggul apabila dunia pendidikannya terus bergerak maju.

BupAAS jadi pemimpin yang tidak ingin para guru berjalan di tempat. Ia selalu mendorong tenaga pengajar agar melakukan pengembangan diri dan meningkatkan kinerja. Baginya, guru tidak boleh merasa cukup hanya karena telah mengajar bertahun-tahun. Dunia berubah terlalu cepat untuk disikapi dengan rasa puas.

Andi Asman Sulaiman berharap bila guru-guru Bone mempunyai semangat belajar yang tidak pernah padam.

Hadirnya teknologi masa kini seharusnya menjadi jembatan kemajuan, bukan alasan untuk tertinggal. Sehingga tidak ada alasan untuk tidak melakukan perubahan signifikan.

Pengembangan diri tidak lagi harus selalu dilakukan secara konvensional. Guru-guru saat ini bisa belajar lewat daring, mengikuti seminar online, menonton materi pendidikan, berdiskusi melalui forum digital, bahkan mengakses ilmu dari berbagai belahan dunia tanpa harus meninggalkan rumah. Sekarang era digital.

Baca Juga :   Polres Bone Beberkan Kinerja 2025, Kecelakaan Menurun Signifikan

BupAAS ingin guru di Bone memiliki mentalitas pembelajar. Mentalitas yang selalu haus ilmu. Sebab seorang guru yang berhenti belajar sesungguhnya sedang perlahan kehilangan kemampuannya memahami generasi baru yang ia ajar.

Generasi hari ini bukan lagi generasi yang semata membutuhkan hafalan. Mereka membutuhkan inspirasi. Membutuhkan tenaga pendidik yang mampu membuka cakrawala berpikir, memahami perubahan zaman, dan menuntun mereka menghadapi dunia yang semakin kompetitif.

Andi Asman memberikan harapan besar kepada para guru. Ia percaya bahwa kemajuan Bone tidak semata ditentukan oleh pembangunan fisik, melainkan terutama oleh kualitas manusianya.

Bila jalan raya mungkin bisa dibangun dengan cepat. Gedung pemerintahan bisa berdiri megah dalam waktu singkat. Namun membangun manusia membutuhkan kesabaran panjang dan keberanian untuk terus berinvestasi pada pendidikan. Dan investasi terbesar itu, menurut Andi Asman, ada pada guru.

Baca Juga :   Pengurus Baru PGRI UNIM Bone Siap Wujudkan Guru Berdaya

Maka tidak heran, BupAAS kerap melakukan inspeksi mendadak ke sekolah-sekolah. Ia mau melihat langsung kondisi sekolah dan bercengkerama dengan generasi penerus bangsa.

BupAAS tidak ingin sekolah hanya menjadi tempat rutinitas belajar-mengajar tanpa arah besar. Ia ingin sekolah-sekolah di Bone memiliki standar unggul, disiplin, dan budaya prestasi yang kuat.

Dalam banyak kesempatan, BupAAS menjadikan Sekolah Islam Athirah sebagai salah satu contoh bagaimana sebuah lembaga pendidikan mampu menjaga kualitas secara konsisten. Sekolah tersebut dikenal melahirkan lulusan yang unggul, kompetitif, dan memiliki karakter kuat.

Sekolah di Bone perlahan berbenah. Makanya, Andi Asman menyiapkan langkah dengan menghadirkan sekolah unggulan Beramal di setiap kecamatan.

Harapan BupASS, semangat sekolah unggulan Beramal bisa menular ke sekolah-sekolah lainnya. Sehingga kualitas lulusan generasi penerus bangsa di Bone merupakan generasi yang terbaik dan kelak bisa mengisi pembangunan negeri Ibu Pertiwi. ***

Penulis: Muhammad Rusdi, S.Pd., M.Pd (Ketua PGRI Kabupaten Bone) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://sipak.blitarkota.go.id/ slot gacor Slot Gacor https://absen.bulelengkab.go.id/ gb777 slot gacor gb777
OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY