Mamasa, Global Terkini- Bekerja sebagai buruh kasar tak selalu berakhir pada jalan buntu. Kisah hidup Salmon Soppang Manglo, putra asal Desa Manipi, Kecamatan Pana, Kabupaten Mamasa, menjadi contoh bagaimana kerja keras dan kesempatan dapat mengubah nasib.
Menetap di Makassar sejak kecil, Salmon mengawali hidup dengan pekerjaan berat. Ia pernah menjadi kuli bangunan, pelayan rumah makan, hingga kornet sopir bus jurusan Makassar-Nosu.
“Kalau pekerjaan saya dulu kuli bangunan, pelayanan rumah makan bahkan jadi kornet mobil buss,” kata Salmon Soppang saat diwawancara di kediamannya, Kamis, 8 Januari 2026.
Setelah beberapa tahun di Makassar, Salmon sempat pulang ke kampung halaman. Namun masa itu justru diwarnai kenakalan remaja.
“Saat tiba di kampung, hanya kenakalan yang bisa dikerjakan. Hampir tiap saat baku hantam dengan teman-teman di kampung,” ujarnya.
Melihat kondisi tersebut, orang tuanya kembali mengirim Salmon ke Makassar. Di sanalah titik balik hidupnya dimulai. Ia dimasukkan ke sekolah pelayaran.
“Saya kembali ke Makassar dan tinggal bersama keluarga. Saat itu juga saya di kasi masuk sekolah pelayaran,” katanya.
Selepas lulus, kesempatan datang cepat. Salmon langsung dipanggil berlayar ke berbagai negara.
“Begitu selesai saya langsung mendapatkan panggilan berlayar di sejumlah Negara. Dari situ saya mulai merintis masa depan,” tuturnya.
Meski bekerja di dunia laut, ia tetap memprioritaskan keluarga.
“Saya tidak pernah ke enakan di duniaku saya kadang pulang tiga atau enam bulan dalam setahun,” bebernya.

Kini, kehidupan Salmon di Makassar kian mapan. Ia memiliki puluhan kamar kos di kawasan Antang serta sejumlah usaha lain. Namun ia memilih tidak banyak bercerita soal pencapaiannya.
“Kalau soal usaha lain dinda. Tidak perlu di publikasikan hidup ini kesempatan, kita hanya ingin berbuat baik kepada siapapun tanpa terkecuali,” katanya singkat.
Kisah Salmon Soppang Manglo menjadi pengingat bahwa masa depan tidak ditentukan oleh titik awal, melainkan oleh ketekunan dan keberanian mengambil peluang, sebuah pesan penting bagi generasi muda Mamasa agar tak mudah menyerah pada keadaan.













