Toraja, Global Terkini- Masyarakat Kecamatan Bittuang secara tegas menolak rencana kehadiran tambang geotermal di Lembang Balla, Kabupaten Tana Toraja. Penolakan itu disampaikan putra asli Lembang Balla, Herman Tolakbi.
Menurut Herman, aktivitas tambang berpotensi merusak lingkungan dan menghancurkan perekonomian warga setempat.
“Selain merusak alam perekonomian masyarakat juga akan hancur jika tambang geotermal dipaksakan,” tegas Herman, Sabtu 31 Januari 2026.
Ia juga mengingatkan risiko bencana jika proyek tersebut tetap dijalankan.
“Pasti longsor terjadi dimana-mana kalau di paksakan di buka. Kami tidak menginginkan daerah kami hancur lebur,” katanya.

Herman mengungkapkan, aliansi masyarakat Lembang Balla Bittuang berencana menyurati Presiden Prabowo agar izin tambang tidak diterbitkan.
“Kami berencana bersurat ke Presiden agar izinnya tidak dikeluarkan. Sebab akan berpotensi konflik jika dipaksakan,” pungkasnya.
Diketahui, sejumlah masyarakat adat di Kecamatan Bittuang telah melakukan protes keras terkait isu masuknya tambang geotermal di wilayah tersebut.













