HukrimNewsPeristiwaRagam

Resmi Melapor, Alasan Warga Ajangale Dianiaya Oknum Polisi Terkuak

2056
×

Resmi Melapor, Alasan Warga Ajangale Dianiaya Oknum Polisi Terkuak

Sebarkan artikel ini
Keluarga Wendi saat mendatangi ruang Propam Mapolres Bone.

Bone, Global Terkini- Korban dugaan penganiayaan oknum polisi di Kecamatan Ajangale resmi melapor ke Seksi Profesi dan Pengamanan atau biasa disingkat Propam Polres Bone, Sulawesi Selatan, Senin 8 Juli 2024.

Wendi melapor ditemani kuasa hukum dan keluarga.

“Sudah diambil keterangannya,” kata Andi Kadir, kuasa hukum Wendi.

Ada pun terduga pelaku yang merupakan Kanit Reskrim Polsek Ajangale Bripka Andi Idhan, sudah diamankan sejak kemarin.

“Kita apresiasi langkah cepat pihak kepolisian,” sambung Andi Kadir.

Sementara proses pemeriksaan berjalan, alasan dibalik dugaan penganiayaan tersebut mulai terkuak.

Baca Juga :   Peringatan HUT Kemerdekaan RI Ke 73, Bupati Sergai Serahkan Sertifikat Untuk Pembangunan PN dan PA

Menurut Andi Idhan, tindakannya tersebut diambil lantaran Wendi sudah dianggapnya keluarga.

Dia berkisah, Wendi sebelumnya telah beberapa kali melakukan tindakan kekerasan kepada istrinya.

Dan setiap akan dilaporkan, Andi Idhan selalu berupaya membantu keduanya agar persoalan itu selesai secara kekeluargaan.

“Setiap ada masalah Wendi pasti minta tolong ke saya,” ucap Idhan beberapa waktu lalu.

Andi Idhan bahkan mengaku beberapa kali menjadikan dirinya jaminan agar Wendi tidak dipolisikan.

“Saya cuma minta supaya dia lebih sabar dan jangan lakukan KDRT, saya yang tanggung risiko, oleh istrinya saya bahkan dianggap berpihak ke Wendi, tapi saya diam karena saya anggap mereka keluarga,” ujarnya.

Baca Juga :   Muballigh Kolut Bentuk Forum Komunikasi Da'i Madani

Emosi Idhan kemudian tidak terbendung ketika permintaannya ke Wendi untuk tidak membuat ulah lagi, dilanggar.

“Tujuan saya sebenarnya hanya mau beri pelajaran, saya akui saya salah dan saya minta maaf,” ujarnya lagi.

Merespon hal itu, Iccank selaku paman Wendi akhirnya melunak.

“Biarkan dulu proses hukum berjalan, persoalan apakah ada perdamaian atau tidak, kita lihat nanti,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *