NewsPeristiwaRagam

Beban Seragam-Infaq Jutaan di MTsN 1 Bone Dikeluhkan

3193
×

Beban Seragam-Infaq Jutaan di MTsN 1 Bone Dikeluhkan

Sebarkan artikel ini
Foto gedung MTsN 1 Bone.

Bone, Global Terkini- Beberapa orang tua siswa mengeluh, biaya pembelian seragam hingga infaq di MTsN 1 Bone seolah mencekik.

Orang tua siswa, IL dan KA menyebut, tidak sedikit biaya yang harus dikeluarkan untuk anak mereka bisa sekolah di sekolah negeri itu.

Untuk seragam sekolah mereka mengaku dibebani biaya sebesar Rp 860 ribu ditambah infaq pembangunan senilai Rp 750 ribu.

Total Rp 1,6 juta lebih harus mereka bayar untuk siswa pria, sementara untuk wanita ada tambahan senilai Rp 105 ribu untuk jilbab.

Baca Juga :   Banjir, Kolaka Utara Siaga I. Dua Korban Hidup Sudah Ditemukan, Satu Masih Dicari

“Padahal itu bukan keputusan rapat, karena waktu rapat komite seperti tidak dibuka ruang diskusi dan memang belum ada diputuskan, tiba-tiba ada pengumuman ukur baju di group WhatsApp, kami anggap itu keputusan sepihak pengurus komite,” ucap IL, Jumat 28 Juni 2024.

Kwitansi pembayaran seragam dan infaq di MTsN 1 Bone.

Rapat komite kata IL, digelar pada Sabtu 22 Juni 2024 dengan difasilitasi pihak sekolah.

KA menjelaskan, orang tua siswa berasal dari latar belakang pekerjaan dan profesi yang berbeda sehingga keputusan komite itu tidak semua menyanggupi.

Baca Juga :   Gubernur Lampung Kunjungan Kerja ke Tulang Bawang, Bupati Winarti Minta Ini

“Jadi baiknya terkait biaya dan infaq itu jangan diputuskan sepihak,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, ketua komite MTsN 1 Bone, Tahir Arfah mengaku heran, soalnya pada saat rapat tidak ada orang tua siswa yang protes.

Bahkan para orang tua menurut dia, merasa senang dan ikhlas.

Dia juga menyebut keluhan dari IL dan KA tidak mewakili seluruh orang tua siswa.

“Jangan-jangan juga yang keberatan itu tidak hadir saat rapat,” ujarnya.

Tahir menjelaskan, untuk pengadaan seragam memang dikelola komite dan hal itu berlangsung sudah sejak lama.

Baca Juga :   Yayasan Pelestarian Kebudayaan Batak Audiens Dengan Bupati Sergai

“Kalau infaq, untuk pembangunan, jadi di sekolah itu ada halaman luas yang rencana kita mau tutup kemudian dimanfaatkan untuk kegiatan-kegiatan termasuk keagamaan,” jelasnya.

Terkait infaq kata Tahir, tidak ada paksaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *