Bone, Global Terkini- Banyak orang dibuat bertanya-tanya dengan keberadaan Kepala SMP Negeri 5 Watampone, Reny Sulastri Nurdin. Sejak dilantik Bupati Bone pada Juni 2026, ia disebut belum sekalipun menjalankan tugas di sekolah yang dipimpinnya.
Ironisnya, berdasarkan informasi diperoleh, sebelum Surat Keputusan (SK) pengangkatannya sebagai kepala sekolah diterbitkan, Reny rupanya telah bertolak ke Paris, Prancis.
Belum diketahui secara pasti tujuan keberangkatannya, apakah merupakan misi pendidikan, perjalanan dinas, atau kepentingan pribadi.
Informasi berkembang menyebut keberangkatannya difasilitasi melalui surat tugas yang ditandatangani Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bone, Baharuddin. Surat tugas tersebut bahkan disebut memberikan izin perjalanan dengan durasi lebih dari 30 hari.
Jika informasi tersebut benar, muncul pertanyaan mengenai dasar penerbitan surat tugas tersebut. Sebab, seorang kepala sekolah yang baru dilantik umumnya diharapkan segera melaksanakan tugas untuk memastikan roda organisasi sekolah, proses pembelajaran, dan pelayanan kepada peserta didik berjalan sebagaimana mestinya.
Lamanya ketidakhadiran kepala sekolah juga memunculkan pertanyaan mengenai siapa yang menjalankan fungsi kepemimpinan di SMPN 5 Watampone selama yang bersangkutan berada di luar negeri.
Baharuddin yang dikonfirmasi belakangan pun membenarkan soal keberangkatan tersebut.
Menurutnya, Reny saat ini memang berada di Paris. Keberadaannya, kata Baharuddin, berkaitan dengan suatu kegiatan yang diikutinya sebagai duta yang mewakili Kabupaten Bone.
Saat ditanya lebih jauh mengenai kegiatan dan status duta yang dimaksud, Baharuddin mengaku lupa secara spesifik.
“Saya lupa duta apa,” ujarnya.
Klarifikasi tersebut setidaknya memberikan penjelasan mengenai alasan keberadaan Reny di Paris. Namun, belum terungkap secara rinci kegiatan apa yang diikuti, siapa penyelenggaranya, serta dalam kapasitas apa Reny ditunjuk sebagai duta untuk mewakili Kabupaten Bone.













