Bone, Global Terkini- Di tengah gencarnya pemerintah mengajak masyarakat untuk taat membayar pajak kendaraan, sebuah ironi justru mencuat dari armada yang sempat diluncurkan secara resmi di halaman Rumah Jabatan Bupati Bone pada Maret lalu.
Bus Sekolah Beramal yang digadang-gadang menjadi solusi transportasi bagi pelajar itu diketahui menunggak pajak kendaraan.
Kondisi tersebut sontak menuai sorotan, warga menilai pemerintah seharusnya menjadi teladan dalam memenuhi kewajiban administrasi, termasuk urusan pajak.
“Kalau masyarakat terus diingatkan agar taat pajak, tentu pemerintah juga harus menunjukkan contoh,” kata warga, Rabu 24 Juni 2026.
Situasi ini menjadi potret yang cukup kontras.
Di satu sisi, berbagai program dan sosialisasi kepatuhan pajak terus digencarkan. Di sisi lain, kendaraan yang telah diluncurkan secara resmi justru belum menuntaskan kewajiban dari aturan yang sama.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Bone, Andi Syamsul Mursyad, menjelaskan bahwa pihaknya masih melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terkait penyelesaian tunggakan pajak bus tersebut.
Menurutnya, status Bus Sekolah Beramal saat ini masih merupakan kendaraan pinjam pakai.
“Karena statusnya pinjam pakai, dan khusus penganggarannya belum masuk dalam perencanaan tahun ini. Kalau hasil koordinasi nantinya dilimpahkan ke kami, mudah-mudahan pada perubahan anggaran sudah bisa diakomodir,” terangnya.













