HukrimNewsPeristiwa

Surkom BBM Subsidi Kelompok Tani di Bone Terbit Lewat XStar, Pemanfaatannya Tidak Dinikmati Seluruh Anggota

×

Surkom BBM Subsidi Kelompok Tani di Bone Terbit Lewat XStar, Pemanfaatannya Tidak Dinikmati Seluruh Anggota

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi.

Bone, Global Terkini- Penyaluran solar subsidi sektor pertanian di Kabupaten Bone menggunakan surat rekomendasi, diduga masih terjadi kesalahan terkait kuota, Minggu 7 Juni 2026.

Informasi dihimpun, saat ini masih terdapat surat rekomendasi pembelian BBM subsidi dengan kuota mencapai ribuan liter yang terbit atas nama kelompok tani dan digunakan oleh satu orang.

Penerbitan surat rekomendasi tersebut dilakukan melalui aplikasi XStar sebagaimana diatur dalam Peraturan BPH Migas Nomor 4 Tahun 2025.

Yang menjadi perhatian bukan mekanisme penerbitannya, melainkan penggunaan kuota yang tercantum dalam surat rekomendasi tersebut. Dimana seharusnya rekomendasi tersebut digunakan seluruh anggota kelompok membeli BBM di SPBU dengan batasan sesuai luas lahannya dan maksimal 2 Ha.

Baca Juga :   Prabowo Panggil Dirut Pertamina, Bahas Pasokan BBM SPBU Swasta

Berdasarkan lampiran Peraturan BPH Migas Nomor 4 Tahun 2025, usaha pertanian tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan yang diusahakan secara perorangan dibatasi maksimal untuk luas lahan 2 hektare. Sementara untuk kelompok tani, ketentuan yang berlaku juga maksimal 2 hektare untuk setiap anggota kelompok tani.

Tapi yang terjadi, surat rekomendasi dengan kuota mencapai ribuan liter tersebut diduga hanya digunakan oleh satu orang pengurus kelompok untuk melakukan pembelian BBM subsidi di SPBU.

Padahal semestinya kuota yang diberikan atas nama kelompok diperuntukkan bagi seluruh anggota kelompok tani sesuai kebutuhan masing-masing.

Baca Juga :   Serahkan Bonus Atlit Berprestasi PorProv, Bupati Bone berharap Bisa Naik Kelas

Salah satu pemegang surat rekomendasi BBM subsidi dari Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan mengatakan, dirinya dapat kuota seribu liter dan digunakan sendiri.

“Saya bisa dapat surat rekomendasi bisa saya pakai beli BBM di SPBU,” katanya.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan terkait mekanisme pengawasan distribusi setelah surat rekomendasi diterbitkan.

Jika mengacu pada kebutuhan riil alat dan mesin pertanian, konsumsi BBM untuk pengelolaan lahan 2 hektare relatif terbatas.

Penggunaan traktor roda dua untuk pengolahan lahan diperkirakan membutuhkan sekitar 30 hingga 50 liter solar. Sementara pompa air untuk kebutuhan irigasi berkisar 20 hingga 60 liter per musim tanam. Adapun penggunaan combine harvester saat panen diperkirakan membutuhkan sekitar 16 hingga 30 liter solar.

Baca Juga :   Demo Pecah di Makassar, Polda Didesak Usut Kebocoran Visum Korban Kekerasan Seksual

Dengan demikian, total kebutuhan operasional alat pertanian untuk lahan 2 hektare umumnya berada pada kisaran 66 hingga 140 liter.

Angka tersebut tentu dapat berbeda tergantung kondisi lahan dan intensitas penggunaan alat, namun masih jauh dari kuota yang mencapai ribuan liter.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

protogel slot gacor gb777 https://absen.bulelengkab.go.id/ gb777 slot gacor gb777 nagaapi gb777
OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY