NewsPeristiwaRagam

Limbah Dirz Residence Cemari Sawah Warga, Pemerintah Didesak Bertindak

×

Limbah Dirz Residence Cemari Sawah Warga, Pemerintah Didesak Bertindak

Sebarkan artikel ini
Kolase foto: Warga menunjukkan saluran drainase Perumahan Dirz Residence yang terhubung dengan area persawahan di Kelurahan Bukaka, Kecamatan Tanete Riattang. Warga mengeluhkan aliran limbah yang diduga berdampak terhadap pertumbuhan tanaman padi.

Bone, Global Terkini- Perumahan Dirz Residence disoroti warga. Perumahan yang berdiri di Kelurahan Bukaka, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone, itu diduga membuang limbah ke saluran yang terhubung langsung dengan irigasi persawahan, Minggu 7 Juni 2026.

Kondisi tersebut memicu pertanyaan terkait keseriusan pengembang dalam mengelola dampak lingkungan dari aktivitas perumahan yang terus berkembang. Warga petani mengaku menjadi pihak paling merasakan dampaknya.

Muallim menuturkan, air yang mengalir ke area persawahan diduga telah tercampur limbah, mengakibatkan tanaman padi sulit tumbuh, bahkan tidak berproduksi sebagaimana mestinya.

Baca Juga :   Korem 141 Toddopuli, Gelar Lomba Melukis Dan Lomba Adzan

Akibatnya, hasil pertanian menurun dan mereka merugi.

Persoalan ini bukan baru. Keluhan warga telah berlangsung selama bertahun-tahun dan berulang kali disampaikan kepada pihak terkait.

Bahkan menurut Muallim, protes terhadap pengelolaan limbah hingga fasilitas perumahan tersebut pernah dilakukan oleh usernya sendiri.

Pada 2025 lalu, Pemerintah daerah bahkan turun langsung meninjau lokasi pembuangan limbah. Hal itu dilakukan di tengah komitmen mendorong swasembada pangan dan menjaga kelestarian lingkungan, menyusul kekhawatiran bahwa limbah yang mengalir ke area pertanian dapat mengancam produktivitas sawah warga.

Baca Juga :   Beredar File Ampra Gaji 13 TPG dan Tamsil 2024, Beberapa Guru di Bone Namanya Tak Masuk Daftar

Ketika itu, pihak pengembang disebut berjanji membangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) untuk mengatasi persoalan.

“Mereka sudah buat, tapi IPALnya tidak berfungsi,” kata Muallim.

Menurutnya, saluran drainase perumahan yang terhubung langsung ke jaringan irigasi persawahan tetap mengalirkan limbah yang merusak.

Bagi warga, ukuran keberhasilan bukan terletak pada pembangunan IPAL, melainkan pada berhentinya aliran limbah yang merusak sawah mereka.

Warga berharap pemerintah daerah tidak berhenti pada tahap peninjauan semata. Mereka mendesak dilakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap sistem pengelolaan Perumahan Dirz Residence, evaluasi fungsi IPAL, serta langkah tegas bila ditemukan pelanggaran yang berdampak terhadap lingkungan.

Baca Juga :   Kebijakan PBB-P2 Bone Picu Aksi

Upaya konfirmasi kepada pihak Perumahan Dirz Residence telah dilakukan. Namun hingga berita ini dimuat, pesan yang dikirim maupun panggilan telepon yang dilakukan tidak direspons pihak pengembang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

protogel slot gacor gb777 https://absen.bulelengkab.go.id/ gb777 slot gacor gb777 nagaapi gb777
OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY