Bone, Global Terkini- Musyawarah Kabupaten (Muskab) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Bone berlangsung sukses dan penuh semangat persatuan. Kegiatan digelar di area Kantor KONI, dihadiri Ketua Harian IPSI Bone, Murniati bersama jajaran pengurus serta para ketua perguruan pencak silat se-Kabupaten Bone.
Muskab dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua IPSI Provinsi Sulawesi Selatan, Fahrizal yang dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga persatuan dalam organisasi pencak silat.
“Pencak silat adalah warisan dari nenek moyang kita. Karakter dan nilai-nilai silat kita telah diakui. Meski memiliki aliran yang berbeda-beda, bagaimana kita menjaga IPSI tetap menjadi wadah persatuan,” ujarnya.
Ia juga berharap pelaksanaan Muskab dapat menjadi momentum memperkuat sinergi seluruh perguruan dalam memajukan pencak silat.
“Muskab ini harus dijalankan dengan baik. Kita saling merangkul ide dan gagasan untuk memajukan pencak silat. Semoga Bone menjadi lumbung atlet yang mampu bersaing hingga kancah internasional,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua IPSI Sulsel juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus yang selama ini telah mengabdikan diri untuk kemajuan organisasi.
“Terima kasih atas dedikasi yang telah diberikan selama ini. Semoga menjadi nilai ibadah bagi kita semua,” tuturnya.
Pada agenda pemilihan ketua, peserta Muskab secara aklamasi menetapkan H. Andi Saharuddin sebagai Ketua IPSI Kabupaten Bone periode 2026–2030. Sebelumnya ia diketahui menjabat sebagai Sekretaris Umum IPSI Bone.
Dalam sambutannya, Saharuddin menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan seluruh pengurus dan perguruan pencak silat di Bone.
“Terima kasih atas amanah yang diberikan kepada saya sebagai Ketua IPSI Bone. Saya juga menyampaikan terima kasih kepada pengurus IPSI sebelumnya atas segala pengabdian dan kerja kerasnya. Apa yang telah dilaksanakan dengan baik akan kita lanjutkan,” ujarnya.
Menurutnya, IPSI merupakan rumah besar bagi seluruh insan pencak silat yang harus dijaga bersama demi kemajuan organisasi dan prestasi atlet.
“IPSI bukan milik perorangan. Kita semua berada dalam rumah besar IPSI. Tugas kita bersama adalah bagaimana membawa IPSI menjadi lebih maju dan berprestasi,” katanya.
Ke depan, Saharuddin menegaskan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan pencak silat akan menjadi salah satu fokus utama kepengurusannya.
“Kita harus melaksanakan peningkatan kapasitas, baik bagi wasit maupun atlet. Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama agar prestasi pencak silat Bone terus meningkat,” tegasnya.
Ia pun mengajak seluruh perguruan dan pengurus untuk terus menjaga kekompakan serta bergandengan tangan dalam membesarkan IPSI Bone.
“Mari bergandengan tangan, bersatu, dan bekerja bersama untuk membesarkan IPSI ke depan serta melahirkan atlet-atlet berprestasi yang dapat mengharumkan nama Bone,” pungkasnya.













