HukrimNewsPeristiwa

MBG Bone Bermasalah, Keracunan Hingga Temuan Ulat Picu Desakan Evaluasi Total

×

MBG Bone Bermasalah, Keracunan Hingga Temuan Ulat Picu Desakan Evaluasi Total

Sebarkan artikel ini
Aktivis Ardi Anas (kiri); latar belakang merupakan tangkapan layar video yang beredar di SMKN 2 Bone, memperlihatkan dugaan adanya ulat dalam hidangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Bone, Global Terkini- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bone menuai sorotan setelah serangkaian insiden menimpa siswa dalam beberapa bulan terakhir. Pada Januari lalu, sejumlah siswa di SMAN 1 Bone diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi makanan dari program tersebut.

Kemudian pada April baru-baru ini, insiden kembali terjadi, beredar video di kalangan siswa yang memperlihatkan adanya ulat dalam hidangan MBG di SMKN 2 Bone.

Sejumlah siswa bahkan dilaporkan mengalami keluhan sakit perut usai mengonsumsi makanan tersebut, sebagaimana disampaikan aktivis Ardi Anas.

Baca Juga :   Operasi Pallawa: Pesan Penting Polisi untuk Pelajar di Jalan Raya

Ia menilai terdapat kelemahan serius dalam pengawasan pelaksanaan program, khususnya pada tahap awal penyajian makanan.

“Indikator keberhasilan pelaksanaan MBG ada pada proses dan hasil, dari segi proses, makanan yang disajikan harus sesuai panduan gizi seimbang dan prinsip keamanan pangan. Hasilnya, bisa kita lihat sendiri, MBG yang sampai di SMKN itu jelas tidak memenuhi standar,” tegasnya.

Ia juga menilai, kasus berulang tersebut mengindikasikan adanya kegagalan sistemik, mulai dari proses penyiapan, pengolahan, hingga distribusi makanan. Koordinasi antar pihak terkait lemah dan evaluasi belum berjalan efektif.

Baca Juga :   Bangkit di Tengah Pandemi, F - PMNI Dikukuhkan Hari Ini

Ardi Anas sebelumnya juga menyoroti dugaan tebang pilih dalam kebijakan suspend dapur MBG oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Ia turut menyinggung keterlibatan pejabat, ASN, hingga TNI-Polri dalam pengelolaan program MBG yang dinilai perlu dicermati, guna menghindari potensi konflik kepentingan.

Tak hanya itu, standar bangunan dan kriteria dapur, hingga Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) juga disorot.

“Saya menuntut penjelasan dari Korwil atau Satgas Bone terkait semua masalah yang ada di program MBG hari ini,” katanya.

Kasus ini memicu desakan agar pemerintah segera melakukan evaluasi total, memperbaiki sistem pengawasan, khususnya terkait standar gizi dan keamanan pangan demi menjamin keselamatan para penerima manfaat program.

Baca Juga :   Klarifikasi Dandenbekang: Pengisian Jeriken di SPBT Dilakukan Anggota Kodim, Bukan Warga Sipil

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

protogel slot gacor gb777 https://absen.bulelengkab.go.id/ gb777 slot gacor gb777 nagaapi gb777
OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY