Bone, Global Terkini- Tak pernah berhenti, dugaan penyelundupan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, kembali terungkap. Kali ini, praktik tersebut diduga memanfaatkan jalur muara di Kecamatan Awangpone sebagai titik distribusi tersembunyi, Senin 27 April 2026.
Modus yang digunakan cukup sistematis.
Solar subsidi dikemas dalam jeriken, kemudian diangkut menggunakan kapal melalui jalur laut untuk disalurkan ke pihak tertentu. Skema ini dinilai sebagai upaya menghindari pengawasan di jalur darat.
Muara, yang merupakan pertemuan antara air sungai dan laut, dikenal sebagai jalur lalu lintas perahu dan kapal kecil.
Kondisi ini menjadikannya akses strategis sekaligus rawan dimanfaatkan untuk aktivitas distribusi ilegal karena minim pengawasan.
Informasi dihimpun menyebut, aktivitas itu bukan kali pertama.
Pola distribusi yang berulang dan terorganisir memunculkan dugaan adanya jaringan di balik praktik tersebut. Tak hanya pelaku lapangan, tapi juga kemungkinan keterlibatan oknum APH sebagai pemilik maupun yang membekingi distribusi.
Penggunaan jalur muara dianggap memberi keuntungan tersendiri. Selain akses langsung ke laut lepas, jalur ini memungkinkan pergerakan barang berlangsung lebih fleksibel dan sulit terdeteksi.
“Kalau benar penyelundupan, Polisi harus segera bertindak. Masyarakat kecil sudah cukup jadi korban,” ujar sumber.
Masyarakat mendesak aparat penegak hukum dan instansi terkait melakukan penyelidikan menyeluruh. Tak hanya menghentikan aktivitas lapangan, tapi juga mengungkap aktor utama di balik dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi.













