HukrimNasionalNewsPeristiwa

Dugaan Penipuan Libatkan Oknum TNI di Kendari, Korban Rugi Rp190 Juta, Penanganan Disorot

×

Dugaan Penipuan Libatkan Oknum TNI di Kendari, Korban Rugi Rp190 Juta, Penanganan Disorot

Sebarkan artikel ini
Kolase bukti percakapan dan transaksi yang diduga terkait kasus penipuan, memperlihatkan tangkapan layar chat, bukti transfer, serta identitas terduga pelaku.

Kendari, Global Terkini- Dugaan kasus penipuan melibatkan oknum prajurit TNI mencuat.

Anggota TNI dari lingkup Korem 143/Halu Oleo Kendari, Pratu MA bersama istrinya, SA, diduga bersekongkol melakukan penipuan terhadap HA, yang juga merupakan istri prajurit TNI berpangkat Praka.

Kerugian yang dialami korban tidak sedikit. HA mengaku mengalami kerugian hingga Rp190 juta akibat dugaan praktik penipuan tersebut.

Modus yang digunakan, menurutnya, berupa arisan bodong serta peminjaman uang dengan berbagai alasan kebutuhan mendesak.

“Banyak korbannya,” kata HA, Selasa 31 Maret kemarin.

Baca Juga :   Paskas Salurkan 9,5 Ton Beras ke 38 Pondok, Ketua DPRD: Patut Diapresiasi

HA juga mengungkap bahwa kasus ini sebenarnya telah ditangani secara internal di lingkungan Korem. Namun, hingga saat ini belum ada kejelasan terkait perkembangan penanganan maupun upaya pemulihan kerugian yang dialaminya.

“Sudah naik kasusnya di korem ini kak, tapi belum ke PM, makanya masih intel yang turun tangan,” tambah HA.

Merasa penanganan berjalan lambat dan tanpa kepastian, HA berinisiatif mengirimkan somasi kepada terduga pelaku melalui keluarganya.

Namun upaya tersebut menemui kendala lantaran alamat pelaku disebut sering berpindah-pindah. Tak kehabisan akal, korban kemudian mencoba menyampaikan somasi melalui pihak intel yang menangani kasus tersebut.

Baca Juga :   Gelar Rapat Kordinasi Terkait Kisruh di Desa Koreiha

Sayangnya, langkah itu justru berujung pada pengalaman yang tidak menyenangkan. HA mengaku pihak keluarganya mendapat perlakuan kurang pantas.

“kakak ku dibentak, sama intel yang tangani itu kasus,” ucap HA.

Diketahui, intel yang dimaksud berinisial AM.

Hingga berita ini dimuat, upaya konfirmasi kepada pihak-pihak terkait belum membuahkan hasil. Tidak adanya keterbukaan dalam penanganan kasus ini memicu sorotan, terutama terkait transparansi dan kepastian hukum bagi korban.

Penanganan yang dinilai tertutup serta belum adanya kejelasan penyelesaian membuat korban berharap adanya perhatian serius dari para petinggi TNI di wilayah tersebut. Mereka diminta tidak tinggal diam dan memastikan proses hukum berjalan secara adil tanpa kesan pembiaran.

Baca Juga :   Guru di Bone Gelisah, Dana Sertifikasi dan THR 2024 Belum Cair Meski Anggaran Sudah Ditranfer

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://transparansiindonesia.co.id/data/ https://sulutaktual.com/wp-includes/ https://tracerstudy.idu.ac.id/assets/ https://formulir.smanda.sch.id/tmp/ mpp.boyolali.go.id/assets/ https://suratkominfo.hstkab.go.id/data/ https://bank-bindowal.com/data/ https://e-office.maybratkab.go.id/news/ https://alumni.widyatama.ac.id/daftar/ OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY GB777 slot gacor GB777 GB777 slot gacor GB777 slot gacor oklaro oklaro oklaro oklaro oklaro oklaro oklaro oklaro oklaro oklaro oklaro Slot Gacor Slot Gacor
OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY