Mamasa, Global Terkini- Dugaan tersendatnya pencairan dana sejumlah rekanan kembali menyeret Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Mamasa ke pusaran kritik. Ketua Dewan Pembina Sinergi Muda Mamasa, Salmon Soppang, melontarkan sorotan keras dan mendesak evaluasi menyeluruh terhadap kinerja pengelola keuangan daerah tersebut.
Sorotan itu mencuat setelah Salmon mendengar langsung keluhan dari sejumlah rekanan yang hingga kini belum menerima pembayaran, meski pekerjaan disebut telah rampung.
Menurut Salmon, bila pengelolaan keuangan daerah dijalankan tanpa profesionalisme, maka evaluasi merupakan langkah yang tak bisa ditawar.
“Harus dievaluasi kalo ada begini. Ke depan kalo ada partner saya kerja lalu susah pencairan saya akan bantu,” ujar Salmon, Selasa 6 Januari 2026.
Ia menegaskan, tidak ada alasan rasional bagi BPKD Mamasa untuk menahan pencairan dana apabila pekerjaan telah diselesaikan sesuai ketentuan.
“Saya kira tidak ada alasan untuk tidak dibayarkan jika pekerjaannya sudah dituntaskan,” katanya.
Lebih jauh, Salmon juga menyinggung adanya isu dugaan pungutan liar (pungli) di lingkungan BPKD Mamasa. Ia menyampaikan ultimatum keras dan meminta persoalan tersebut dibereskan secara tegas jika benar terjadi.
“Tidak boleh ada hal-hal seperti itu di Bumi Kondosapata,” tandasnya.
Sementara itu, pihak BPKD Mamasa membantah keras tudingan tersebut. Catherine Dessaratau, selaku Pelaksana Tugas Kepala Bidang Perbendaharaan, menepis isu pungli yang dialamatkan kepada institusinya.
“Itu fitnah kalau ada isu kami melakukan dugaan pungli. Meski banyak yang datang untuk mau komitmen tapi kami tidak pernah seperti itu,” tegas Catherine.
Terkait belum cairnya dana sejumlah rekanan, Catherine mengklaim hal tersebut disebabkan kondisi keuangan daerah yang belum stabil.
“Kalau mau kami, semuanya harus tuntas. Sebab tidak alasan menahan pencairan, tapi kita tau bagaimana kondisi keuangan sekarang,” pungkasnya.













