Mamasa, Global Terkini– Aktivis Boby Patalangi dan Salmon Soppang yang juga tergabung dalam Tim Pemenangan Pilkada 2024 menyoroti sejumlah kebijakan Bupati Mamasa yang dinilai perlu segera dievaluasi.
Boby menilai niat membangun Mamasa sudah baik, namun pelaksanaannya masih bermasalah. Ia mencontohkan program pupuk gratis 2025 yang dinilai menyulitkan masyarakat dari sisi administrasi.
“Contoh pupuk gratis 2025, masih banyak masyarakat yang dipersulit dalam hal administrasi,” ujar Boby, Senin 19 Januari 2026.
Ia juga menyoroti polemik penempatan ASN yang belakangan viral. Menurutnya, kewenangan strategis tidak boleh diserahkan kepada pihak lain, termasuk tim.
“Saran saya jangan berikan wewenang ke siapapun termasuk Tim. Karena kamu Bupati, bagaimana kamu jadi pemimpin kalau orang lain yang tempatkan ASN,” katanya.
Boby menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh demi menjaga konsistensi kepemimpinan.
“Masukan saya ke Bupati dan Wakil, ada yang harus dievaluasi, baik diri sendiri maupun kita semua,” beber Boby.
Ia mengingatkan bahwa inkonsistensi kebijakan berpotensi menggagalkan visi dan misi pemerintahan.
“Jagan ngomong sekarang lain, besok lagi lain. Kalau tidak dievaluasi secepatnya saya yakin bukan kemajuan yang ada, tapi kegagalan visi misi,” tegasnya.
Selain itu, Boby menyinggung tidak dilibatkannya Sekda dalam penentuan kepala sekolah baru-baru ini.
“Mereka adalah atasan dan bawahan, perlu komunikasi yang baik setiap mengambil langkah-langkah kebijakan. Karena Bupati dan Wakil Bupati serta Sekda harus kompak,” pungkas Boby.
Sementara itu, Salmon Soppang menekankan bahwa tim pemenangan harus mendukung kebijakan yang pro rakyat, namun tetap memahami batas tugas dan fungsi.
“Tupoksi harus dipahami masing-masing. Jangan kita terlalu serakah. Koalisi WS Hadir harus jadi kontrol sosial visi dan misi pemerintahan terpilih,” tegas Salmon.
Ia juga mengaku menerima banyak keluhan terkait seleksi kepala sekolah yang dinilai tidak sesuai prosedur.
“Saya dapatkan keluhan-keluhan perekrutan kepala sekolah tidak sesuai prosedur. Apalagi kalau betul Sekda tidak dilibatkan ini parah,” tandasnya.













