Mamasa, Global Terkini- Bencana longsor melanda wilayah Kabupaten Mamasa. Empat desa di Kecamatan Tabulahan dilaporkan terisolir akibat material longsor menutup akses jalan utama. Keempat desa tersebut yakni Desa Periangan, Desa Peu, Desa Gandang Dewata, dan Desa Tabulahan.
Merespons kondisi tersebut, Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, turun langsung meninjau lokasi longsor pada Minggu, 7 Desember 2025. Kehadiran orang nomor satu di Mamasa itu menjadi bentuk keseriusan pemerintah dalam menangani dampak bencana yang menghambat mobilitas warga.
Welem menegaskan bahwa Pemerintah Daerah Mamasa tidak tinggal diam menghadapi persoalan ini.
“Saya sudah koordinasi dengan pihak Balai besok pagi akan masuk alat untuk kerja,” katanya.
Tak tanggung-tanggung, alat berat yang akan diturunkan bukan hanya satu, melainkan dua unit.
Meski demikian, Welem juga mengingatkan masyarakat agar bersabar. Ia memperkirakan proses pembersihan longsor tidak dapat diselesaikan dalam waktu singkat.
“Sebab yang menutup bahu jalan itu adalah batu besar,” ujar mantan ketua DPRD 3 periode itu.
Untuk bisa membuka kembali akses penghubung antar desa tersebut, diperlukan alat khusus.
“Harus dibreker karena batunya besar semua. Kami tetap upayakan apa bisa dibuat,” imbuhnya.
Hingga saat ini, warga empat desa masih merasakan dampak dari terputusnya akses jalan. Pemerintah daerah pun berkomitmen untuk terus mengupayakan penanganan maksimal agar akses dapat segera pulih.













