BudayaEkonomiNews

Bupati Sergai Resmikan ‘Saung Tani’ Maju Jaya

477
×

Bupati Sergai Resmikan ‘Saung Tani’ Maju Jaya

Sebarkan artikel ini

Pulau gambar, Global Terkini.Com – Peresmian saung tani dan panen padi organic oleh kelompok tani Maju Jaya, di hadiri Bupati Serdang Bedagai (Sergai) Ir. H. Soekirman. Kegiatan ini dilaksanakan di dusun VI, Desa Pulau Gambar, Kecamatan Serba Jadi, Kabupaten Sergai, pada hari Kamis, 7 Pebruari 2019 dan diresmikan langsung oleh Bupati Sergai. Hadir pada acara peresmian itu, Kepala Dinas Pertanian Sergai, Camat Serba Jadi, Kepala Desa Pulau Gambar, Ketua Gapoktan beserta para anggotanya.

Ketua Gapoktan Desa Pulau Gambar, Prianto, merasa sangat bersyukur dan berterima kasih atas kesediaan Bupati untuk hadir dan meresmikan ‘Saung Tani’ Kecamatan Serba Jadi. “Disini kami memiliki 16 klompok Tani, dan pada umumnya kelompok Tani  di Desa ini membudi dayakan tanaman sayur-sayuran dan pangan lainnya serta ternak yang tersebar di setiap dusunnya. Selain masalah pangan,  kami juga ingin mengembangkan agro wisata Desa Pulau Gambar yang kami yakini akan dapat memajukan prekonomian masyarakat, khususnya masyarakat Desa Pulau Gambar. Ujar Prianto

Baca Juga :   Sejumlah Aktivis, Jurnalis dan Forum  LSM Bone gelar Aksi di Peringatan Hari Anti Korupsi

Sementara itu, Bupati Sergai, Ir. H. Soekirman, dalam sambutannya mengatakan, melihat eksistensi kelompok tani ini, memiliki prosfektivitas yang sangat bagus. Kita patut bersyukur, sebab hari ini merupakan panen perdana  padi organik. Kendati belum mendapat sertifikat organic, namun ini merupakan upaya yang cukup baik dalam melestarikan lingkungan dan meningkatkan pola hidup sehat. Pola hidup sehat salah satunya dengan mengkonsumsi beras organik yang tidak mengandung pestisida kimia dan membahanyakan kesehatan. Jika di konsumsi berkepanjangan, pestisida kimia akan merusak organ dan sel-sel jaringan tubuh manusia. Ungkap Bupati

Baca Juga :   Menakar Potensi Wisata Kuliner di Bantaran Sungai Patowanua

Membahas soal Irigasi, disebutkan pada tahun 1998 hingga 2000 setelah pergantian era baru ke era reformasi, banyak menimbulkan pergeseran yang berdampak pada menurunnya produksi pertanian akibat maraknya tambang galian C yang dikelola secara liar oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, terutama di daerah Sei Ular. Hal itu menyebabkan banyak saluran irigasi masyarakat menjadi kekurangan air. Sehingga sebahagian besar lahan pertanian padi milik masyarakat menjadi kering.

Gelombang aksi tak terelakkan dari para petani akibat phenomena sosial yang ditimbulkan oleh eksplorasi sungai secara besar-besaran. Beruntung Pemerintah dapat menyikapi dengan cepat, sehingga sawah-sawah  milik masyarakat telah mendapat suplay air dari irigasi yang telah dibangun dan dibenahi.  Sedangkan untuk agro wisata, Desa Pulau Gambar menjadi salah satu wilayah yang memiliki potensi wisata yang layak untuk dikembangkan.

Baca Juga :   Pasar Baru Sei Rampah, Segera Dipungsikan

Penulis : Budi Lubis

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *