HukrimNewsPendidikanPeristiwa

Siswa Ditikam di Asrama, Pihak SUPM Bone Bilang Begini

499
×

Siswa Ditikam di Asrama, Pihak SUPM Bone Bilang Begini

Sebarkan artikel ini

Bone,Globalterkini.Com- Nasib naas menimpa Andi Muhammad Rivaldi, seorang siswa Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) Negeri Bone, Sulawesi Selatan. Dia menjadi korban penganiayaan diduga dilakukan teman temannya di asrama.

Akibat kejadian tersebut, Rivaldi menderita luka tusukan di bagian dada atas dan kepala, serta luka sayatan pada bagian leher dan lengan. Kini dia dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tenriawaru Bone.

Menanggapi hal tersebut, pihak SUPM melalui Wakasek Bidang Kesiswaan, Alwi Mulato mengaku, telah melapor dan meyerahkan sepenuhnya masalah tersebut ke pihak kepolisian, diapun menjelaskan, jika hingga saat ini pihaknya belum mengetahui identitas pelaku.

Baca Juga :   Dugaan Manipulasi GT Kapal Nelayan, Syahbandar Bungkam

“Saya baru tau setelah kejadian, waktu saya ke asrama, korban sudah dalam keadaan bersimbah darah dan menggigil, sayapun tak memikirkan apa apa lagi, termasuk mencari pelaku, hanya fokus bagaimana cara menyelamatkan anak didik saya, setelah mengantarnya ke RSUD barulah kemudian saya ke Polres untuk melapor,” Kata Alwi, Selasa 8 Januari 2019.

Masih kata dia, di lingkungan sekolahnya, korban dikenal merupakan anak yang baik dan mudah diatur.

Ditanya soal adanya rekan seangkatan korban berinisial SL, AB dan MI yang sempat beberapa kali melakukan pengeroyokan dan mengancam korban, Alwi tak menampik, namun dirinya enggan mastikan jika mereka ada kaitannya dengan kasus tersebut.

Baca Juga :   Rapid Test 27 Kecamatan di Bone, Serentak Digelar. Ini Hasilnya

“Memang sempat saya terima informasi itu, bahkan SL sudah diskors, dia memang anaknya agak susah diatur dan berdasarkan laporan rekan rekannya, dia suka malak (minta uang). Intinya, kami disini punya aturan, sekiranya pelaku tertangkap dan dia merupakan siswa, maka sekolah akan keluarkan,” Tegas Alwi.

“Adapun mobil agya warna putih yang dikabarkan masuk malam itu, sudah saya cek, itu mobil salah seorang guru disini, dia datang mengambil kunci rumah kemudian keluar tak lama setelah kejadian, tapi mereka juga mengaku tak tau soal itu,” Tambahnya.

Baca Juga :   BPN Bone, Serahkan 3000 Sertifikat Redistribusi Tanah

Penulis: Indra Mahendra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *