Yogyakarta, Global Terkini- Serius mewujudkan Fakultas Kedokteran di Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMBJM), Badan Pembina Harian (BPH) bersama Rektor, kunjungi RS Muhammadiyah Gombong, berdialog di Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) dan Universitas Muhammadiyah Gombong (Unimugo).
Kunjungan tersebut dipimpin ketua BPH Hesly Junianto didampingi Rektor UMBJM Prof. Hudzaifah Dimyati dan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalsel Prof Ridhahani Fidzi.
Direksi RS Muhammadiyah Gombong beberapa bulan lalu telah memberikan izin 9 orang dokter spesialis masuk dalam jajaran dosen di Fakultas Kedokteran UMBJM.
Dalam kunjungan ke RS Muhammadiyah Gombong pada Kamis 25 Juni 2026 itu, BPH UMBJM diterima Direktur RS Muhammadiyah Gombong dr.Anita, BPH RS Muhammadiyah Gombong serta Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Gombong H.Yahya Fuad.
Objek kunjungan meliputi 3 layanan unggulan di RS Gombong, yaitu pusat penanganan kanker terpadu, layanan jantung dan UGD terpadu.
Rumah sakit ini berada di kecamatan Gombong, Kabupaten Kebumen, reputasi dan layanannya secara nasional dikenal, terbukti beberapa pasien jantung jauh-jauh datang, bahkan ada yang dari Papua. “Kami layani dengan baik,” kata dr.Anita.
Dijelaskannya, pasien dari luar daerah diberi layanan khusus, jemputan di Bandara YAI Jogyakarta.
Apa yang diperoleh dalam kunjungan di RS Gombong itu juga sangat berarti bagi PWM Kalsel.
“Sinergi tentu bisa di bangun dengan RS Gombong, karena kami juga sedang mengembangkan RSI Banjarmasin, sedang membangun ruang rawat inap baru.” tutur Ridhahani Fidzi, Ketua PWM Kalsel yang juga ketua BPH RSI Banjarmasin.
Kegiatan studi dan dialog yang dilaksanakan BPH UMBJM ini berlangsung sejak Rabu (24/6), bertemu jajaran Rektorat dan BPH Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP).
Perguruan tinggi Muhammadiyah yang berada di Purwokerto Kabupaten Banyumas ini mahasiswanya mencapai 16.600 orang.
“Sejak UMP memiliki fakultas kedokteran jumlah mahasiswa terus tumbuh,” kata Prof Jebul Suroso.
UMP telah memiliki Fakultas Kedokteran sejak 13 tahun yang lalu dan telah mendapat akreditasi unggul tahun 2025.
Hadir dalam dialog tersebut juga dari jajaran badan Pembina harian Universitas Muhammadiyah Purwokerto.
Ketika ketua BPH UMBJM Hesly Junianto bertanya tentang strategi tata kelola pengelolaan pengolahan keuangan dan infrastruktur sarana prasarana di Universitas ini, Prof Syahril yang mewakili BPH UMP, menyebutkan pentingnya soliditas antara BPH, rektorat dan perserikatan Muhammadiyah yaitu Pimpinan daerah Muhammadiyah dan pimpinan Wilayah Muhammadiyah. ” Tentu diperlukan saling keterbukaan, dari perencana sampai pelaksanaan selalu dilakukan bersama,” ucap Prof Syahril.
Sementara itu dalam kunjungan dan dialog di Universitas Muhammadiyah Gombong (Unimugo) terungkap tata kelola amal usaha yang dimiliki Pimpinan Cabang Muhammadiyah Gombong.
Menurut ketua PCM Gombong H. Fuad, semua komponen saling mendukung baik rektorat badan Pembina dan persyarikatan, bahkan ujarnya semua proses dari perencanaan hingga pelaksanaan berjalan solid, tanpa konplik. “Semua muaranya pada kemajuan dan kebaikan bersama,” ujar H Fuad.
PCM Gombong mendapat predikat sebagai pimpinan persyarikatan tingkat cabang terbaik nasional. Amal usaha yang di kelola selain perguruan tinggi juga rumah sakit, dari RS PKU Gombong tumbuh menjadi holding rumah sakit membawahi 5 rumah sakit.
Rektor UMBJM Prof Dimyati mengapresiasi kerja sama RS Gombong dengan UMBJM dalam kaitan pendirian FK di kampus 3 UMBJM. “Pendirian terus berproses, insyaallah gruondbreaking gedung FK, akhir bulan Juli nanti oleh ketua umum PP Muhammadiyah,” terangnya. ***













