Bone, Global Terkini- Menanggapi keberatan dan ancaman jalur hukum dari Kepala BKPSDM Bone, Edy Saputra Syam, pihak Lapatau Runners menggelar konferensi pers pada Minggu, 12 April 2026.
Dalam keterangannya, Lapatau Runners menegaskan bahwa mereka hanya bertindak sebagai race organizer (RO) yang diminta membantu Pemerintah Kabupaten Bone dalam pelaksanaan Bone Fun Run 2026, yang merupakan rangkaian Hari Jadi Bone.
Ketua Dewan Pembina Lapatau Runners, Hamka, mengungkap bahwa awalnya Bupati Bone secara lisan merekomendasikan Edy Saputra Syam untuk mengoordinasikan kegiatan tersebut. Hal itu membuat pihaknya beranggapan Edy memiliki peran penting, hingga akhirnya nomor pribadinya dicantumkan sebagai kontak pengaduan saat komunikasi dinilai buntu.
“Karena komunikasi sudah buntu, teman-teman sepakat membatalkan kegiatan. Nomor Pak Edy kami pasang dengan harapan bisa membantu memberi penjelasan ke peserta,” ujar Hamka.
Ia juga menjelaskan, selain dipicu oleh sulitnya komunikasi, batalnya kegiatan juga disebabkan munculnya event serupa di Disdik dengan waktu yang berdekatan. Target peserta yang semula mencapai 10 ribu orang bahkan menyusut menjadi menjadi 5 ribu sebelum akhirnya kegiatan dibatalkan.
Senada, anggota Lapatau Runners, Ira, menyebut pihaknya mengalami kerugian finansial akibat pembatalan tersebut. Salah satunya biaya pemesanan 5.200 medali dari China senilai kurang lebih Rp170 juta.
“Belum termasuk biaya lainnya, total dana yang sudah dikeluarkan teman-teman kurang lebih Rp200 juta, sementara dana registrasi peserta yang terkumpul hanya sekitar Rp107 juta,” jelasnya.
Lapatau Runners mengaku sejak awal sempat ragu mengerjakan kegiatan tersebut. Namun niat membantu pemerintah daerah membuat mereka tetap melanjutkan persiapan hingga akhirnya terkendala.
“Niat awalnya kita mau bantu saja, tidak pernah terpikir akan seperti ini,” kata Hamka.
Terkait pengembalian dana peserta (refund), pihaknya mengaku masih menunggu itikad baik Pemda Bone untuk membuka ruang komunikasi guna mencari solusi bersama.
“Kita tidak mencari siapa yang salah, tapi bagaimana menyelesaikan hak peserta. Soal mau dilaporkan, itu risiko yang harus kami hadapi,” tegasnya.
Lapatau Runners menilai polemik ini akibat miskomunikasi dan berharap pemerintah daerah dapat segera duduk bersama menyelesaikan persoalan tersebut.
Sebelumnya diberitakan, Edy Saputra Syam keberatan setelah nomor WhatsApp pribadinya dicantumkan sebagai kontak pengaduan oleh panitia, sehingga ia dibanjiri pesan tuntutan refund dari peserta Bone Fun Run 2026. Ia menegaskan tidak terlibat dalam kepanitiaan dan meminta klarifikasi, serta membuka kemungkinan menempuh jalur hukum.













