Bone, Global Terkini- Pelayanan kesehatan di RSUD Tenriawaru, Kabupaten Bone, dikeluhkan. Sejumlah pasien dan keluarga pasien mengeluhkan antrean panjang serta lambannya pelayanan, khususnya di loket pendaftaran dan poli rawat jalan, Senin 15 Desember 2025.
Keluhan tersebut mencuat setelah beredar unggahan di grup WhatsApp dan media sosial yang memperlihatkan kondisi ruang tunggu rumah sakit dipadati pasien. Dalam unggahan itu disebutkan, ada pasien yang datang sejak pukul 07.00 WITA, namun hingga pukul 10.30 WITA belum juga mendapatkan pelayanan dengan alasan gangguan jaringan.
“Pasien datang ke rumah sakit untuk berobat, bukan untuk mencari mati karena antrean panjang,” tulis salah satu warga. Ungkapan tersebut mencerminkan kekecewaan masyarakat atas kondisi pelayanan yang dirasa melelahkan, terutama bagi pasien yang sedang sakit.
Sejumlah pasien juga mengungkapkan, antrean di loket pendaftaran bisa memakan waktu 2–3 jam, lalu kembali menunggu panggilan di poli paling cepat 2 jam. Bahkan, ada pasien yang mengaku menunggu hingga 6 jam hanya untuk tindakan sederhana seperti pencabutan jahitan, yang prosesnya berlangsung tidak lebih dari tiga menit.
Kondisi ini dinilai tidak sebanding dengan waktu tunggu yang harus dilalui pasien.
Menanggapi keluhan tersebut, pihak RSUD Tenriawaru memberikan klarifikasi. Junaedi, Kepala Bagian Administrasi, Kepegawaian, Hukum, dan Humas RSUD Tenriawaru, menjelaskan, terkait situasi antrean di loket dan pelayanan poli/rawat jalan.
“Untuk kondisi saat ini, jaringan sudah normal. Namun sistem masih bekerja cukup berat akibat proses migrasi data dan backup data yang dilakukan sehari sebelumnya,” katanya.
Ia juga menjelaskan bahwa hari Senin merupakan hari dengan tingkat kunjungan pasien paling tinggi, karena rata-rata jadwal kontrol pasien memang jatuh pada hari tersebut. Selain itu, dokter juga masih melakukan visite pasien rawat inap sebelum melanjutkan pelayanan di poli, sehingga berdampak pada waktu tunggu pasien rawat jalan.
Meski demikian, kondisi ini tetap menjadi catatan penting bagi manajemen rumah sakit. Masyarakat berharap adanya perbaikan sistem pelayanan dan manajemen antrean agar kendala serupa tidak terus berulang, terutama pada hari-hari dengan lonjakan kunjungan pasien.













