Bone, Global Terkini- Ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, disorot. Pasalnya, stok BBM di sejumlah SPBU dilaporkan sudah habis sejak siang, baik untuk jenis subsidi maupun non-subsidi, Jumat 3 April 2026.
Kondisi ini berbanding terbalik dengan pernyataan pihak Pertamina yang sebelumnya menyampaikan ke pemerintah daerah, termasuk Bupati Bone, bahwa stok BBM aman.
Fakta di lapangan menunjukkan, antrean kendaraan terjadi di beberapa SPBU, sementara sebagian lainnya bahkan tidak lagi melayani pembelian karena kehabisan stok menjelang siang hingga sore.
Berdasarkan hasil penelusuran di lapangan, cepatnya stok BBM habis diduga dipicu maraknya pengisian menggunakan jeriken dalam jumlah besar. Selain itu, terdapat dugaan adanya oknum-oknum yang membeli BBM bukan untuk penggunaan langsung, melainkan dijual kembali.
Praktik tersebut dinilai turut mempercepat kelangkaan BBM di tingkat SPBU dan merugikan masyarakat umum yang membutuhkan BBM untuk aktivitas sehari-hari.
Situasi ini memicu pertanyaan masyarakat terkait keakuratan data dan distribusi BBM.
Pernyataan bahwa stok dalam kondisi aman dinilai tidak logis, mengingat kelangkaan justru terjadi di waktu aktivitas masyarakat sedang tinggi.
“Kita berharap ada evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi dan pengawasan BBM di wilayah Bone. Selain itu, transparansi informasi pihak terkait penting agar tidak menimbulkan keresahan,” ujar warga.
Jika kondisi ini terus berlanjut, dikhawatirkan akan berdampak pada aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat yang sangat bergantung pada ketersediaan BBM.













