Bone, Global Terkini- Mutasi jabatan kerap datang tanpa aba-aba. Bagi warga Kecamatan Tanete Riattang Timur, kepergian Camat Andi Iqbal Walinono bukan sekadar rotasi biasa, melainkan momen haru.
Kabar kepindahan Andi Iqbal disambut dengan dua rasa sekaligus, suka cita dan kehilangan.
Warga mengaku bangga atas amanah baru yang diembannya sebagai Camat Tanete Riattang. Namun di sisi lain, kedekatan yang telah terjalin membuat perpisahan ini terasa berat.
“Beliau bukan cuma pemimpin, tapi bagian dari kami,” ujar seorang tokoh masyarakat, Rabu 25 Maret 2026.
Selama menjabat, Andi Iqbal dikenal dekat dan aktif turun langsung ke lapangan. Ia tak segan terlibat dalam berbagai gerakan bersama warga, mulai dari aksi bersih sampah hingga perbaikan jalan lingkungan.
Kebersamaan itu yang membuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat di masanya terasa lebih hangat dan nyata.
Tokoh pemuda hingga tokoh agama pun turut merasakan hal serupa. Mereka menilai sosok Andi Iqbal berhasil membangun semangat gotong royong yang kuat di tengah masyarakat.
Andi Iqbal sendiri mengaku berat meninggalkan wilayah yang telah menjadi bagian dari perjalanannya.
“Saya banyak belajar dari warga di sini. Kebersamaan yang terbangun bukan hanya soal program, tapi rasa saling memiliki,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih atas dukungan yang selama ini diberikan. “Apa yang kita capai adalah hasil kerja bersama. Saya mohon doa agar bisa terus mengabdi dengan baik di tempat yang baru,” kata dia.
Kini, doa mengiringi langkahnya. Warga berharap, di tempat baru, Andi Iqbal tetap menjadi pemimpin yang dekat dengan rakyat, seperti yang mereka kenal selama ini.
Perpisahan ini, bagi warga Tanete Riattang Timur, bukanlah akhir. Melainkan jejak kenangan tentang seorang camat yang hadir, bekerja, dan tumbuh bersama warganya.













