NewsPeristiwaRagam

Suhardi Duka dan ‘Amnesia’ Sejarah: Mamasa Kembali Terpinggirkan

×

Suhardi Duka dan ‘Amnesia’ Sejarah: Mamasa Kembali Terpinggirkan

Sebarkan artikel ini
Yustianto Tallulembang, aktivis Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Mamasa.

Mamasa, Global Terkini- Seleksi pejabat eselon II di Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat yang dipimpin Gubernur Suhardi Duka memunculkan kontroversi. Dari seluruh nama yang diumumkan, tak satu pun putra-putri Mamasa mendapat kursi strategis.

Bagi Yustianto Tallulembang, aktivis GAMKI Cabang Mamasa, ini bukan sekadar persoalan administratif. “Ini bukan soal kalah bersaing, tetapi soal ditiadakannya eksistensi Mamasa dalam rumah besar Sulawesi Barat,” tegasnya.

Menurut Yustianto, Mamasa sejatinya bukan penumpang gelap sejarah pembentukan Sulawesi Barat. Namun kontribusi sejarah itu kini seolah dikubur, digantikan praktik kekuasaan yang timpang. “Jabatan yang dibagi saat ini Mamasa absen. Ini bukan lagi kelalaian, ini pengingkaran,” ujarnya.

Baca Juga :   Mamasa Segarkan Struktur Pemerintahan, Berikut Nama-nama Pejabat yang Dilantik

Ia menyoroti jurang representasi antara wilayah pegunungan dan pesisir. “Seolah-olah kita orang gunung hanya pelengkap peta, bukan bagian dari denyut kekuasaan. Jika demikian, untuk apa Mamasa terus dipaksa percaya pada janji kebersamaan?” katanya getir.

Yustianto menegaskan, rakyat Mamasa harus sadar bahwa keadilan tidak datang dengan sendirinya. “Ini bukan soal memisahkan diri, tetapi soal dihargai sebagai manusia yang setara. Jika kesetaraan itu tak pernah hadir, maka Sulawesi Barat harus jujur mengakui bahwa Mamasa hanya dipakai saat dibutuhkan, lalu disingkirkan saat kekuasaan dibagi,” pungkasnya.

Baca Juga :   Kasus UU ITE, Tuntutan Jaksa Disebut Terlalu Mengada-ada

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yono yono yono yono yono yono yono yono yono yono yono yono yono yono
OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY