Mamasa, Global Terkini- Seorang tukang bangunan di Kabupaten Mamasa berinisial N mengaku kecewa karena upah pekerjaannya pada proyek rehabilitasi Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Mamasa belum dibayarkan hingga hampir setahun.
N mengatakan, ia bersama lima rekannya mengerjakan sejumlah item di Rujab Bupati Mamasa usai pelantikan pada 20 Februari 2025.
“Kami ada lima orang yang mengerjakan rehab Rujab Bupati Mamasa. Yang kami kerjakan Flavon dengan Pasang Walpaper, Molding di kamar Pak Bupati,” ujar N, Minggu 25 Januari 2026.
Namun hingga kini, upah mereka belum diterima.
“Saya cuma digaji harian. Memang jumlahnya tidak terlalu besar buat bos-bos, tapi buat saya dan keluarga itu sangat penting, karena waktu saya 1 bulan bekerja di rujab, bukan waktu sebentar,” katanya.
Ia mengungkapkan, saat itu pekerjaan diminta dipercepat karena rumah jabatan akan segera ditempati.
“Apalagi waktu mau di tempati, kami kerja sampai malam disuruh lembur karena dijanjikan langsung dibayar, tapi kenyataannya tidak ada. Hanya janji-janji saja sampai hari ini,” ujarnya.
N berharap haknya segera dibayarkan karena kebutuhan hidup yang mendesak.
“Saya berharap secepatnya kami di bayar. Kalau untuk saya kurang lebih tiga juta rupiah,” tandasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan dari pihak terkait meski telah berulang kali dihubungi.













