BudayaEkonomiKhazanahNewsPendidikanPeristiwaRagam

Kunjungan SiJum Bone dan Kisah Miris ‘Nenek Tuo’

551
×

Kunjungan SiJum Bone dan Kisah Miris ‘Nenek Tuo’

Sebarkan artikel ini
(Miris). Kondisi rumah nenek 'TUO' di Desa Abbumpungeng, Kecamatan Cina, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan

BONE, Global Terkini – Salah satu perkumpulan Wanita Muslim Yang tergabung dalam Komunitas bernama ‘naSI Jumat berkah’ (Si Jum) Bone, mengunjungi kediaman salah satu warga yang kondisinya sangat memprihatinkan. ‘Nenek Tuo’ mungkin bukan nama yang asing bagi sebahagian kecil masyarakat kampung Pationgi, Dusun Abbumpungeng, Desa Abbumpungeng, Kecamatan Cina, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.

Nenek Tuo, dalam gubuk reyot selama bertahun-tahun

Desa ‘Abbumpungeng’ terletak diwilayah bagian selatan kota Watampone, dengan jarak tempuh sekira 30 kilometer atau 20 menit perjalanan menuju ke lokasi kediaman nenek tuo. Menelusuri sebuah area perkebunan, rumah nenek tuo tampak reyot dengan dinding terbuka lebar dibeberapa bagian dan nyaris ambruk, kian terlihat jelas.

Hidup dibawah garis kemiskinan selama bertahun-tahun dan jauh dari kata ‘layak’ nenek tuo menjalani hari-harinya bersama seorang anak gadisnya bernama ‘Sanatang’ (25) tahun yang mengalami gangguan kelainan jiwa.

Baca Juga :   Nakhoda Baru PDAM Kolaka, Siap Laksanakan Amanat Bupati

Kunjungan ‘Si Jum’, Ahad 16 Desember 2018 sekira pukul 15.30 sore tadi, mungkin hanya salah satu bahagian perhatian yang diterima oleh nenek tuo, dari beberapa kelompok pemerhati sosial di daerah ini. Namun, apa pun alasannya, ketidak mampuan ekonomi dan keterbatasan fisik yang dimiliki oleh keluarga ini, menyebabkan ia harus menggantungkan hidup dari belas kasih orang lain.

Secercah harapan akan selalu ada dan berbinar dalam sorot mata seorang nenek yang sudah renta ini, setiap kali ada tali kasih yang tersambung. Seperti junjungan SiJum kali ini, setelah tim dari ‘BazNas’ lebih dahulu tiba dikediaman nenek tuo.

Perkumpulan wanita muslim ‘Si Jum’ yang tergelitik dengan kondisi nenek tuo ini, awalnya hanya merupakan perkumpulan segelintir wanita-wanita berhijab yang selalu membagikan makanan (nasi bungkus) kepada masyarakat yang dianggap tidak mampu, setiap hari jum’at. Perkumpulan ini pun terbilang baru memulai eksistensinya sejak awal Ramadhan tahun ini (2018). Kendati demikian, visi sosial kemanusiaan yang diemban, tidak terbatas hanya membagikan makanan pada orang tidak mampu. Salah satu athensi perkumpulan ini, emphati dan sedikit bantuan diberikan kepada nenek tuo dengan sedikit harapan membantu mengurangi beban hidupnya.

Baca Juga :   Bupati Bone Dijadwalkan Hadir Pada Pelantikan Pengurus KONI Bone Periode 2021 - 2025
Menanti uluran tangan Pemerintah

Si JUm yang berkunjung ke kediaman nenek tuo, didampingi oleh Imam Desa Abbumpungeng, Muhammad Rapi dan Pendamping Lokal Desa P3MD, Afdal. Keharuan terasa menyeruak melihat keadaan nenek Tuo yang hidup dalam keprihatinan. Gurat wajah yang nampak keriput dengan tatapan sayu, begitu memiris namun pandangan cahaya kemuliaan seorang ibu, tetap terlihat berbinar.

Sementara itu, Kepala Desa Abbumpungeng, Ir. Andi Pajoppoi, saat disambangi dikediamannya mengatakan bahwa, pemerintah setempat selalu berusaha memperjuangkan kesejahtraan masyarakat nya. Terkhusus nenek Tuo, setiap tahun selalu kami selalu memohonkan bantuan ke Dinas Tata Ruang dan Pemukiman (Tarkim) Kabupaten Bone, melalui program bedah rumah.

Baca Juga :   Serdang Bedagai Peringati Hari Lingkungan dan Bumi

“Namun sampai hari ini, permohonan tersebut belum terkabulkan. Insya Allah, untuk tahun ini rumah nenek Tuo akan kami perbaiki melalui bantuan Dana Desa (DD) senilai 15 juta rupiah. Dana tersebut sengaja kami alokasikan untuk membedah rumah nenek Tuo yang sudah tidak layak huni bahkan nyaris ambruk. Rencananya, begitu dana desa ini cair pada bulan ini, rumah tersebut akan segera dibangun secepatnya” jelas Andi Pajoppoi sembari mengucapkan terima kasih kepada Si Jum dan semua pihak memberikan perhatian kepada Nenek Tuo.

Penulis : Andi Trisna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *